TANAH LIAT SEBAGAI BAHAN IKAT UNTUK PERKERASAN JALAN

Sitorus , Bandy Hasoloan (2004) TANAH LIAT SEBAGAI BAHAN IKAT UNTUK PERKERASAN JALAN. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0TS09105.pdf

Download (178Kb)
[img] Text (Bab I)
1TS09105.pdf

Download (79Kb)
[img] Text (Bab II)
2TS09105.pdf

Download (122Kb)
[img] Text (Bab III)
3TS09105.pdf
Restricted to Registered users only

Download (306Kb)
[img] Text (Bab IV)
4TS09105.pdf
Restricted to Registered users only

Download (83Kb)
[img] Text (Bab V)
5TS09105.pdf
Restricted to Registered users only

Download (589Kb)
[img] Text (Bab VI)
6TS09105.pdf

Download (1099Kb)

Abstract

Tanah liat adalah salah satu jenis bahan ikat yang diharapkan dapat menjadi alternative bahan ikat untuk perkerasan jalan terutama untuk daerah dengan volume lalu lintas ringan. Kondisi jalan tersebut diharapkan masih mampu menyalurkan beban lalu lintas ke tanah dasar, dengan ditunjukkan oleh stabilitas dan kelelehan yang memenuhi syarat standar Bina Marga sesuai spesifikasi stabilitas dan kelelehan beton aspal. Juga diharapkan untuk persen rongga terhadap campuran, persen rongga terisi bahan ikat dan density akan diketahui apabila benda uji tidak mengalami hancur atau runtuh pada saat perendaman dalam air Penelitian melakukan serangkaian pengujian dan pemeriksaan. Pengujian tanah liat antara lain kadar air tanah asli, berat jenis, batas cair, batas plastis, batas susut, pemadatan. Pengujian tanah dilakukan sebagai identifikasi terhadap tanah yang digunakan. Pemeriksaan agregat antara lain pemeriksaan analisa ayakan, pemeriksaan sand equivalent, pemeriksaan los angeles, pemeriksaan berat jenis dan penyerapan agregat halos dan berat jenis dan penyerapan agregat kasar. Pengujian marshall dimulai dari kadar tanah liat 7,5%; 10%; 12,5% dan dengan penggunaan air sebesar 50m1, 75m1, 100ml, 125m1. Pada proses perendaman selama 4 menit sampel benda uji mengalami peluruhan hingga pada tahap hancur. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dicoba dengan menambahkan semen pada campuran sebagai bahan tambah, karena semen mempunyai daya ikat yang besar sehingga dapat memperkecil peluruhan perkerasan yang disebabkan oleh air. Pembuatan benda uji untuk perkerasan dengan bahan ikat tanah liat dengan penambahan semen dimulai dengan kadar tanah Hat 7,5%; 10% dari total agregat dan penambahan semen mulai dari 10%, 12,5%; 15%; 17,5%; 20%; 25%; 30% dari tanah liat terhadap agregat serta penambahan semen dilihat dari hasil sebelumnya. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perkerasan dengan bahan ikat tanah liat tidak memenuhi standar spesifikasi Bina Marga untuk perkerasan beton aspal dengan volume lalu lintas ringan. Tetapi dengan penambahan semen mempunyai keawetan yang lebih baik. Adapun campuran yang ideal untuk penelitian ini terdapat pada perkerasan dengan kadar tanah liat 10%, air 100 ml, dan penambahan semen sebesar 10% dari pengurangan prosentase tanah liat terhadap agregat.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Tanah liat, stabilitas, kelelehan, volume lalu lintas ringan.
Subjects: Sipil > Transportasi
Sipil > Transportasi
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 31 Aug 2016 09:30
Last Modified: 31 Aug 2016 09:30
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/10215

Actions (login required)

View Item View Item