ANALISIS SIMPANG BERSINYAL (Studi Kasus Jalan Persatuan - Jalan Terban - Jalan C Simanjuntak – Jalan Prof. Dr. Sardjito, Yogyakarta)

ACHRENS, . (2016) ANALISIS SIMPANG BERSINYAL (Studi Kasus Jalan Persatuan - Jalan Terban - Jalan C Simanjuntak – Jalan Prof. Dr. Sardjito, Yogyakarta). S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0TS14376.pdf

Download (856Kb)
[img] Text (Bab I)
1TS14376.pdf

Download (58Kb)
[img] Text (Bab II)
2TS14376.pdf

Download (378Kb)
[img] Text (Bab III)
3TS14376.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1541Kb)
[img] Text (Bab IV)
4TS14376.pdf
Restricted to Registered users only

Download (418Kb)
[img] Text (Bab V)
5TS14376.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3764Kb)
[img] Text (Bab VI)
6TS14376.pdf

Download (2724Kb)

Abstract

Persimpangan adalah simpul dalam jaringan transportasi di mana dua atau lebihruas jalan bertemu, di sini arus lalu lintas mengalami konflik. Untuk mengendalikan konflik ini, ditetapkan aturan lalu lintas untuk menetapkan siapa yang mempunyai hak terlebih dahulu untuk menggunakan pesimpangan. Jika ruas jalan dan simpang tidak dapat menampung banyaknya jumlah kendaraan maka yang terjadi adalah penurunan kinerja suatu ruas jalan dan simpang. Salah satu penurunan kinerja simpang terjadi pada Simpang Empat Jalan Persatuan - Jalan Terban - Jalan C Simanjuntak - Jalan Prof. Dr. Sardjito. Banyaknya kendaraan yang melalui simpang tersebut dikarenakan adanya sekolah, kantor, dan pusat perbelanjaan. Penulis mengambil data lalu lintas dengan cara merekam lalu lintas yang terjadi pada simpang menggunakan kamera selama tiga hari yaitu pada hari Sabtu (14 Mei 2016), Senin (16 Mei 2016), dan Kamis (19 Mei 2016). Penelitian dibagi dalam tiga sesi yaitu pagi pada jam (06.00-08.00), siang pada jam (12.00-14.00), dan sore pada jam (16.00-18.00). Setelah melakukan pengambilan data penulis melakukan olah data dari hasil pengambilan data. Hasil yang didapat dari pengolahan data adalah derajat kejenuhan tertinggi terjadi pada hari Senin pada pukul 06.00-08.00 WIB yaitu 1,0804 untuk pendekat utara, 1,0614 pada pendekat timur, dan 1,0578 pada pendekat barat. Menurut Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2014, syarat derajat kejenuhan ialah kurang dari 0,85, sehingga simpang belum bisa menampung kendaraan dengan baik. Penulis memberikan empat alternatif yaitu optimalisasi simpang, pembebasan lajur belok kiri jalan terus, dan optimalisasi beserta pembebasan lajur belok kiri jalan terus dan perubahan pendekat timur dua arah menjadi satu arah. Dari keempat alternatif, yang paling memenuhi syarat dari PKJI 2014 ialah alternatif keempat yaitu alternatif perubahan pendekat timur dua arah menjadi satu arah dengan derajat kejenuhan 0,7524 untuk pendekat utara, 0,7771 untuk pendekat timur, dan 0,7474 untuk pendekat barat.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: simpang, derajat kejenuhan, kapasitas, panjang antrian, tundaan
Subjects: Sipil > Transportasi
Sipil > Transportasi
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 13 Oct 2016 10:03
Last Modified: 13 Oct 2016 10:03
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/10508

Actions (login required)

View Item View Item