GEREJA KATOLIK KRISTUS RAJA DI WASUPONDA, LUWU TIMUR, SULAWESI SELATAN

Malino, Wilvansius (2012) GEREJA KATOLIK KRISTUS RAJA DI WASUPONDA, LUWU TIMUR, SULAWESI SELATAN. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0TA12762.pdf

Download (1318Kb)
[img] Text (Bab I)
1TA12762.pdf

Download (1612Kb)
[img] Text (Bab II)
2TA12762.pdf

Download (3618Kb)
[img] Text (Bab III)
3TA12762.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1135Kb)
[img] Text (Bab IV)
4TA12762.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2504Kb)
[img] Text (Bab V)
5TA12762.pdf
Restricted to Registered users only

Download (11Mb)
[img] Text (Bab VI)
6TA12762.pdf

Download (7Mb)

Abstract

Gereja merupakan suatu perkumpulan orang-orang yang beriman kepada Kristus. Gedung Gereja Katolik Kristus Raja Wasuponda merupakan sebuah rumah ibadah yang menjadi tempat berkumpulnya umat Katolik di stasi Wasuponda, Paroki Maria Immaculata, Keuskupan Agung Makassar. Dengan jumlah umat yang semakin bertambah, pembangunan gedung gereja yang baru diharapkan dapat menampung semua umat dengan segala kegiatan menggereja yang ada. Berlokasi di Kabupaten Luwu Timur, kecamatan Wasuponda dengan umat yang berlatar belakang etnis mayoritas Toraja dan Flores. Dengan latar belakang etnis yang berbeda, umat hidup dalam kebersamaan membangun kehidupan menggereja dengan semangat persaudaraan, sejalan dengan visi Arah Dasar Keuskupan Agung Makassar yaitu Persaudaraan Sejati. Kebersamaan dan rasa persaudaraan dalam ragam etnis yang berbeda berusaha diterapkan dalam rancangan Arsitektural. Latar belakang yang berbeda ditegaskan dalam kekhasan rumah tradisional Toraja maupun Flores, yang yang berusaha diinkulturasi untuk dapat menjadi sebuah rancangan arsitektural Gereja Katolik Kristus Raja Wasuponda dengan tetap memperhatikan penciptaan ruang-ruang yang memberikan suasana sakral. Mengangkat arsitektur tradisional Toraja dan Flores menjadi landasan kosep dengan demikian pendekatan yang diterapkan adalah Arsitektur Vernakular. Langkah yang dilakukan adalah dengan menganalisis bentuk rumah tradisional dan ragam hias yang dimiliki oleh etnis Toraja dan Flores kemudian mentransformasikan kedalam bentuk yang lebih sederhana tanpa menghilangkan pola tradisionalnya. Lebih spesifik, penciptaan ruang di dasarkan pada rancangan tata ruang dalam berdasarkan simbolisasi hirearki rumah Toraja dan tampilan fasad dengan inkulturasi arsitektur Toraja dan Flores.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Gereja Katolik Kristus Raja, Persaudaraan, Arsitektur Tradisonal Toraja, Ragam hias tradisional Toraja, Ragam hias tradisional Flores
Subjects: Arsitektur > Bangunan Arsitektural
Penelitian Dosen > Arsitektur > Bangunan Arsitektural
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Arsitektur
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 30 Apr 2013 09:02
Last Modified: 03 May 2013 09:39
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/1077

Actions (login required)

View Item View Item