AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN RANDU (Ceiba pentandra (L.) Gaertn) TERHADAP Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA)

Ninulia, Pradhya Paramitha (2016) AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN RANDU (Ceiba pentandra (L.) Gaertn) TERHADAP Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0BL01281.pdf

Download (1MB)
[img] Text (Bab I)
1BL01281.pdf

Download (118kB)
[img] Text (Bab II)
2BL01281.pdf

Download (311kB)
[img] Text (Bab III)
3BL01281.pdf

Download (193kB)
[img] Text (Bab IV)
4BL01281.pdf
Restricted to Registered users only

Download (464kB)
[img] Text (Bab V)
5BL01281.pdf

Download (887kB)

Abstract

Tanaman randu (Ceiba pentandra) berpotensi sebagai sumber senyawa antibakteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun randu terhadap Methicillin Resistant Staphylococcus aureus. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan jenis pelarut etanol 70%. Variasi jenis konsentrasi ekstrak digunakan dalam uji aktivitas antibakteri dengan perlakuan variasi konsentrasi 25, 50, 75 dan 100%. Berdasarkan penelitian, ekstrak etanol daun randu dapat menghambat pertumbuhan bakteri Methicillin Resistant Staphylococcus aureus. Konsentrasi ekstrak daun randu yang optimum dalam menghambat pertumbuhan bakteri Methicillin Resistant Staphylococcus aureus adalah konsentrasi 50% dengan rata-rata luas zona hambat 4,1606 cm2. Konsentrasi ekstrak 25% menunjukkan tidak ada beda nyata dibanding dengan kontrol positif yaitu antibiotik vankomisin disk (15μg) pada taraf kepercayaan 95%. Konsentrasi ekstra k 25% menghambat pertumbuhan bakteri Methicillin Resistant Staphylococcus aureus dengan rata-rata luas zona hambat 3,0412 cm2, sedangkan kontrol positif vankomisin disk memiliki rata-rata luas zona hambat 3,1820 cm2. Nilai Konsentrasi Hambat Minimum ekstrak etanol daun randu terhadap Methicillin Resistan t Staphylococcus aureus adalah 50%. Uji kadar tanin ekstrak etanol daun randu dilakukan dengan metode Lowenthal-Procter menunjukkan rata-rata kadar tanin sebesar 17,454%. Uji fitokimia telah membuktikan bahwa ekstrak etanol daun randu mengandung senyawa tanin, steroid, saponin, dan alkaloid.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Kapuk Randu, MRSA, antibakteri.
Subjects: Teknobiologi > Tekno Industri
Divisions: Fakultas Teknobiologi > Biologi
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 23 Feb 2017 07:57
Last Modified: 23 Feb 2017 07:57
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/11254

Actions (login required)

View Item View Item