PEMBERITAAN PENGUNGSI MERAPI PASCA LETUSAN MERAPI ( Analisis Framing Headline tentang Pemberitaan Pengungsi Merapi pada Surat Kabar HARIAN JOGJA selama November 2010)

LING, KWEE LIE (2012) PEMBERITAAN PENGUNGSI MERAPI PASCA LETUSAN MERAPI ( Analisis Framing Headline tentang Pemberitaan Pengungsi Merapi pada Surat Kabar HARIAN JOGJA selama November 2010). S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0KOM02203.pdf

Download (546Kb)
[img] Text (Bab I)
1KOM02203.pdf

Download (343Kb)
[img] Text (Bab II)
2KOM02203.pdf
Restricted to Registered users only

Download (300Kb)
[img] Text (Bab III)
3KOM02203.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1171Kb)
[img] Text (Bab IV)
4KOM02203.pdf

Download (4Mb)

Abstract

Letusan Merapi yang terjadi pada 26 Oktober 2010 lebih dahsyat dibanding 1872. Kejadian ini membuat warga sekitar Merapi mengungsi ke tempat yang lebih aman, sehingga status yang disandang mereka menjadi pengungsi Merapi. Berita bencana letusan Merapi mewarnai seluruh media massa di Indonesia baik lokal, nasional, bahkan internasional. Pemberitaan mengenai pengungsi Merapi pasca erupsi Merapi seringkali di-blow up secara besar-besaran, mengingat para pengungsi merupakan korban yang terkena dampak langsung dari letusan Merapi tersebut. Seringkali yang menjadi kekurangan media pada peliputan adalah kurangnya praktik jurnalisme empati, dan tidak menempatkan pengungsi sebagai subyek dalam pemberitaan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembingkaian pada pemberitaan pengungsi Merapi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah konstruksi realitas dalam sebuah berita, konsep framing model Pan dan Kosicki, proses produksi berita, serta teks dan konteks. Peneliti melakukan analisis pada dua level, yaitu level teks pada empat berita utama (headline) serta level konteks dengan mewawancarai pihak redaksional Harian Jogja. Berdasarkan hasil analisis teks dan konteks, frame Harian Jogja meliputi konsentrasi mereka terhadap pengungsi Merapi sangat tinggi dibuktikan dengan rubrik khusus mengenai pengungsi dan konsep judul mereka di setiap headline disajikan secara berbeda. Harian Jogja juga bertindak sebagai “anjing penjaga” dimana mengawasi pemerintah agar dapat menjamin kehidupan para pengungsi pasca terjadinya bencana, dan tidak sekedar janji-janji semata. Harian Jogja menyatakan dirinya sangat concern terhadap hal-hal yang berkaitan dengan masyarakat lokal khususnya masyarakat kelas bawah Jogja. Peneliti menyimpulkan, Harian Jogja dengan prinsip “berbudaya, membangun kemandirian” telah berhasil menempatkan pengungsi sebagai tanggung jawab mereka. Jurnalisme empati berhasil dipraktikkan dalam pemberitaan ini. Fakta, keakuratan berita, dan aktual, menjadi prinsip Harian Jogja dalam setiap pemberitaan.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: pemberitaan. Kata Kunci :
Subjects: Komunikasi > Jurnalisme
Divisions: Fakultas ISIP > Ilmu komunikasi
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 01 May 2013 09:28
Last Modified: 01 May 2013 09:28
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/1174

Actions (login required)

View Item View Item