PERANCANGAN STRUKTUR GEDUNG APARTEMEN MALIOBORO CITY YOGYAKARTA (TOWER B)

KOA, REX CHRISTIAN ETWIN (2017) PERANCANGAN STRUKTUR GEDUNG APARTEMEN MALIOBORO CITY YOGYAKARTA (TOWER B). S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
TS145460.pdf

Download (41Mb)
[img] Text (Bab I)
TS145461.pdf

Download (384Kb)
[img] Text (Bab II)
TS145462.pdf

Download (424Kb)
[img] Text (Bab III)
TS145463.pdf

Download (2382Kb)
[img] Text (Bab IV)
TS145464.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2516Kb)
[img] Text (Bab V)
TS145465.pdf
Restricted to Registered users only

Download (870Kb)
[img] Text (Bab VI)
TS145466.pdf
Restricted to Registered users only

Download (6Mb)
[img] Text (Bab VII)
TS145467.pdf

Download (4Mb)

Abstract

Urbanisasi di kota Yogyakarta berdampak semakin padatnya penduduk sehingga ketersediaan lahan sebagai tempat tinggal semakin terbatas, membawa perubahan pola kehidupan sosial masyarakat pada trend kehidupan kota. Kondisi demikian memunculkan ide usaha bagi para pemilik modal untuk membangun suatu hunian modern berupa bangunan apartemen seiring ilmu konstruksi bangunan yang terus berkembang, yaitu konstruksi bangunan bertingkat tinggi yang dapat menghemat ruang kota. Yogyakarta merupakan salah satu kota yang rawan terhadap gempa. Karena itu, perencanaan pembangunan gedung bertingkat tinggi di Kota Yogyakarta harus dilakukan secara teliti berpedomankan standarisasi perhitungan yang disyaratkan secara nasional. Pada Tugas Akhir ini, bangunan yang direncanakan adalah Apartemen Malioboro City Yogyakarta (Tower B) yang merupakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) yang struktur bagian bawahnya terdiri dari lantai basement dan semibasement, dan struktur atasnya terdiri dari 11 lantai, serta lantai atap. Elemen struktur yang direncanakan adalah pelat lantai, tangga, balok, kolom, Hubungan Balok-Kolom (HBK), dan fondasi bored pile menggunakan struktur beton bertulang. Mutu beton yang digunakan c f ' = 25 MPa, mutu baja y f = 400 MPa untuk tulangan berdiameter > 10 mm dan y f = 240 MPa untuk tulangan berdiameter  10 mm. Beban yang dianalisis berupa beban mati, beban hidup, dan beban gempa dengan mengacu pada Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung SNI 2013 dan Tata Cara perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Bangunan Gedung SNI 2012, dengan bantuan program komputer, ETABS, dan SpColumn. Hasil perencanaan yang diperoleh dalam Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut:  tebal pelat lantai struktur 120 mm, Pelat lantai di lantai atap bangunan berupa pelat-pelat 2 arah dan dibagi atas 2 tipe, yaitu tipe A dan tipe B. pelat tipe A menggunakan tulangan pokok P10-200 mm untuk arah X, P10-150 mm untuk arah Y, dan tulangan susut P10-300 mm. Tipe B menggunakan tulangan pokok P10-200 mm untuk arah X, P10-200 mm untuk arah Y, dan tulangan susut P10-300 mm.  Untuk pelat lantai selain lantai atap bangunan, pelat tipe A (pelat 2 arah) menggunakan tulangan pokok P10-200 mm untuk arah X, P10-150 mm untuk arah Y, dan tulangan susut P10-300 mm. Pelat tipe B (pelat 2 arah) menggunakan tulangan pokok P10-200 mm untuk arah X, P10-200 mm untuk arah Y, dan tulangan susut P10-300 mm. Sedangan pelat tipe C (pelat 1 arah) menggunakan tulangan pokok P10-300 mm dan tulangan susut P8-200mm.  Pelat tangga dan bordes berdimensi tebal 120 m m menggunakan tulangan pokok D13-250 mm dan tulangan susut P10-300 mm.  Balok bordes, tulangan tarik tumpuan dan lapangan menggunakan tulangan 3D13( = 398,1969 mm2), sedangkan tulangan tekan tumpuan dan lapangan balok menggunakan tulangan 2D13( = 265,4646 mm2)..  Balok B3 berdimensi 300 x 500 mm2 dengan tulangan tarik tumpuan (atas) 5D19, tulangan tekan tumpuan (bawah) 3D19, tulangan tarik lapangan (bawah) 4D19, tulangan tekan lapangan (atas) 2D19, sengkang di daerah sendi plastis balok 2P10-100 mm, sedangkan di luar daerah sendi plastis 2P10-200 mm.  Kolom tengah di lantai semibasement sampai dengan lantai 4 berdimensi 600 x 900 mm2 dengan tulangan longitudinal 24D25, tulangan transversal arah tinggi kolom menggunakan 3 kaki tulangan D13, sedangkan arah lebar kolom menggunakan 4 kaki tulangan D13 ( sh A = 530,9292 mm2). Spasi tulangan geser di daerah 0 100 mm, sedangkan di luar 0  150 mm.  Dimensi poer yang digunakan adalah 3,6 m x 3,6 m dan tebal 1 m. Tulangan poer di arah X, tulangan bawah D25-170 mm, sedangkan tulangan atas D25- 340 mm. Di arah Y, tulangan bawah D25-170 mm, sedangkan tulangan atas digunakan D25-340 mm.  Tiang bor fondasi berupa tiang selinder dengan diameter 800 mm dan panjang 20 m. Dipasang 4 tiang bor dengan jarak antar tiang 200 mm. Tulangan longitudinal menggunakan 11D25, tulangan transversal menggunakan spiral D13-100 mm.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Perancangan, pelat, tangga, balok, kolom, bored pile.
Subjects: Sipil > Manajemen Konstruksi
Sipil > Manajemen Konstruksi
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 07 Jul 2017 09:03
Last Modified: 07 Jul 2017 09:03
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/11929

Actions (login required)

View Item View Item