ANALISIS KANDUNGAN FLAVONOID DAN ALKALOID PADA KALUS TANAMAN POHPOHAN (Pilea trinervia W.) YANG DIINDUKSI DENGAN HORMON KINETIN DAN 2,4 DIKLOROFENOKSIASETAT

Kusumawardhani, Lintar Respati (2017) ANALISIS KANDUNGAN FLAVONOID DAN ALKALOID PADA KALUS TANAMAN POHPOHAN (Pilea trinervia W.) YANG DIINDUKSI DENGAN HORMON KINETIN DAN 2,4 DIKLOROFENOKSIASETAT. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Bab I)
BL012961.pdf

Download (163kB)
[img] Text (Halaman Judul)
BL012960.pdf

Download (1MB)
[img] Text (Bab II)
BL012962.pdf

Download (445kB)
[img] Text (Bab III)
BL012963.pdf
Restricted to Registered users only

Download (270kB)
[img] Text (Bab IV)
BL012964.pdf
Restricted to Registered users only

Download (589kB)
[img] Text (Bab V)
BL012965.pdf

Download (766kB)

Abstract

Tanaman pohpohan adalah salah satu tanaman di daerah Jawa Barat yang mengandung senyawa antioksidan diantaranya flavonoid dan alkaloid, beberapa vitamin, serat, dan mineral penting yaitu kalsium (Ca), besi (Fe), dan fosfor (P). Kelebihan kultur in vitro dalam produksi metabolit sekunder diantaranya adalah kecepatan pertumbuhan yang cepat dan material yang dibutuhkan sedikit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan flavonoid dan alkaloid pada kalus yang berasal dari eksplan daun dengan penambahan variasi hormon kinetin dan 2,4- diklorofenoksiasetat (2,4- D) , yaitu: 0 ppm, 0,1 ppm, 0,5 ppm, dan 1 ppm. Tahapan penelitian meliputi induksi kalus dengan variasi hormon kinetin dan 2,4-D pada medium Murashige-Skoog (MS), pengukuran volume sel dengan metode Packed Cell Volume (PCV) untuk mengetahui waktu panen kalus, dan analisis fitokimia pada kalus. Ekstraksi kalus menggunakan metode refluks coldfinger. Analisis fitokimia dilakukan dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan dilanjutkan dengan uji dengan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Standar yang digunakan yaitu standar kuersetin dan kuinin sulfat. Berdasarkan analisis KLT yang dilakukan, daun segar dan kalus memiliki bercak noda flavonoid dengan Rf kalus dengan variasi hormon 2,4-D 1 ppm sama dengan standar kuersetin yaitu 0,83. Pada analisis KLT alkaloid kuinin sulfat, kecuali pada daun segar, dan kalus yang diinduksi dengan kombinasi kinetin 0,1 ppm + 2,4-D 0,1 ppm ; kinetin 1 ppm + 2,4-D 0,5 ppm, muncul bercak noda alkaloid dengan Rf sampel antara 0,2-0,21 dan Rf standar kuinin sulfat 0,25. Berdasarkan hasil uji senyawa alkaloid menggunakan metode KCKT, menunjukkan puncak dengan waktu retensi standar kuinin sulfat 2,842 menit, daun segar 2,746 menit dan kalus dengan kombinasi 2,4-D 1 ppm + kinetin 1 ppm 2,616 menit. Konsentrasi senyawa metabolit sekunder kuinin sulfat dalam daun segar sebanyak 1020,08 ppm dan kalus dengan kombinasi 2,4-D 1 ppm + kinetin 1 ppm memiliki konsentrasi 145,387 ppm. Hasil uji senyawa flavonoid menggunakan metode CKT menunjukkan puncak standar kuersetin 3,856 menit, daun segar 2, 387, dan kalus dengan kombinasi 2,4-D 0,5 ppm 3,226. Perbedaan waktu retensi menunjukkan senyawa yang berbeda. Hal ini menunjukkan adanya metabolit sekunder yang dihasilkan oleh kalus adalah kuinin sulfat sebesar 145,387 ppm dan tidak mengandung senyawa flavonoid golongan kuersetin.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: pohpohan, callus, kinetin, 2,4 D, secondary metabolites, Rf, retention time, HPLC, TLC, secondary metabolites.
Subjects: Teknobiologi > Tekno Industri
Divisions: Fakultas Teknobiologi > Biologi
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 19 Oct 2017 12:38
Last Modified: 19 Oct 2017 12:38
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/12605

Actions (login required)

View Item View Item