Prosiding Konferensi Nasional Teknik Sipil 9 (KoNTekS 9) ; MODA TRANSPORTASI PERKOTAAN YANG BERSAHABAT DAN TANGGAP TERHADAP KEBUTUHAN KAUM LANSIA

Rudwiarti, Lucia Asdra (2015) Prosiding Konferensi Nasional Teknik Sipil 9 (KoNTekS 9) ; MODA TRANSPORTASI PERKOTAAN YANG BERSAHABAT DAN TANGGAP TERHADAP KEBUTUHAN KAUM LANSIA. MODA TRANSPORTASI PERKOTAAN YANG BERSAHABAT DAN TANGGAP TERHADAP KEBUTUHAN KAUM LANSIA. pp. 1-10. ISSN 978-602-8817-67-7

[img] Text
Prosiding KoNTekS09 Bu Asdra FT.pdf

Download (3MB)

Abstract

Kaum lansia (lanjut usia), - dengan segala kelebihan dan keterbatasannya -, sering kurang mendapat perhatian dalam pelayanan publik, termasuk dalam hal fasilitas dan servis untuk mobilitas kegiatan di perkotaan. Dalam perjalanan proses siklus hidupnya, pada fase proses menuanya manusia akan mengalami kemerosotan kemampuan fisik dan kognitif. Perubahan kapabilitas manusia tersebut perlu dipertimbangkan dalam kebijakan publik agar pemerataan pelayanan publik dapat menjangkau semua golongan dan kelompok generasi termasuk kaum lansia, dalam menunjang kegiatan kehidupan di perkotaan. Keterlibatan kaum lansia dalam kegiatan perkotaan masih kurang terdukung dengan fasilitas dan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan dan keterbatasan kemampuan mereka. Hal ini juga berpengaruh terhadap tingkat kemandirian kaum lansia dalam menjalani aktivitas di masa tuanya. Hasil pengamatan studi kasus di Yogyakarta mengindikasikan bahwa keterbatasan kemampuan fisik dalam bermobilitas dan menurunnya kemampuan kognitif yang dialami kaum lansia membutuhkan fasilitas transportasi publik dengan model pelayanan yang berbeda dibandingkan dengan orang dewasa pada umumnya. Hal tersebut terutama terkait dengan kebutuhan aspek rasa aman dan nyaman secara fisik maupun psikologis. Faktor kemajuan teknologi transportasi harus diimbangi dengan solusi sosial dan budaya. Sistem transportasi dan moda angkut yang masih memungkinkan kaum lansia untuk berinteraksi sosial menjadi pilihan, karena dengan tidak meninggalkan aspek budaya bersosialisasi, mereka lebih merasa aman secara sosial-psikologis. Jaminan rasa aman secara fisik dan psikologis dalam beraktivitas juga meningkatkan rasa percaya diri kaum lansia sehingga sekaligus dapat menurunkan tingkat ketergantungan mereka terhadap bantuan orang lain. Semua pertimbangan kebijakan tersebut diatas menuntut desain yang bersifat prosthetic (-menyediakan support tetapi juga memberi tantangan-), yang selanjutnya akan mempengaruhi desain fisik sarana-prasarana sistem transportasi pada ruang perkotaan.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: kaum lanjut usia, moda transportasi perkotaan, desain yang tanggap dan bersahabat.
Subjects: Arsitektur > Lingkungan Kawasan
Penelitian Dosen > Arsitektur > Lingkungan Kawasan
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Arsitektur
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 24 Oct 2017 10:01
Last Modified: 30 Oct 2017 09:57
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/12656

Actions (login required)

View Item View Item