PENERAPAN KONSEP BANGUNAN HIJAU PADA PROYEK KONSTRUKSI

Atmaja, Jaya Kusuma (2011) PENERAPAN KONSEP BANGUNAN HIJAU PADA PROYEK KONSTRUKSI. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0TS12822.pdf

Download (654Kb)
[img] Text (Bab I)
1TS12822.pdf

Download (176Kb)
[img] Text (Bab II)
2TS12822.pdf

Download (685Kb)
[img] Text (Bab III)
3TS12822.pdf
Restricted to Registered users only

Download (883Kb)
[img] Text (Bab IV)
4TS12822.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1479Kb)
[img] Text (Bab V)
5TS12822.pdf

Download (17Mb)

Abstract

Menurut laporan “Tackling Global Climate Change Meeting Local Priorities” dari WGBC pada September 2010, menyebutkan bahwa bangunan konstruksi berperan atas pemakaian energy sekitar 40 % dan menghasilkan emisi rumah kaca hingga 30 % secara global. Informasi tersebut mengindikasikan bahwa sektor ini umumnya cenderung tidak berwawasan lingkungan. Bangunan konstruksi menyumbang emisi rumah kaca yang berimbas pada pemanasan global. Dalam satu dasawarsa terakhir, masyarakat dunia mulai menunjukkan adanya kepedulian terhadap pembangunan yang berwawasan lingkungan diantaranya adalah dibentuknya Green Building Council Indonesia yang menyusun pedoman konsep bangunan hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep bangunan hijau yang telah diterapkan. Metodologi penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Acuan yang digunakan dalam mengambil data penelitian adalah Greenship rating (New Building) dengan beberapa penyesuaian. variabel yang diukur yaitu : Tepat Guna Lahan (TGL), Efisiensi Energi & Refrigeran (EER), Konservasi Air (KA), Sumber & Siklus Material (SSM) , Kualitas Udara & Kenyamanan Udara (KU), dan Manajemen Lingkungan Bangunan (MLB). Dari hasil penelitian diketahui bahwa : TGL berupa ruang terbuka hijau ≥50%, berada pada kawasan berdensitas rendah yaitu < 300 orang/ha, terdapat 7 fasilitas umum dalam radius 1500 m, belum terjangkau oleh transportasi umum dalam radius 300 m; EER dengan mengoptimalkan pencahayaan alami, adanya ventilasi pada tiap ruangan, belum ada perhitungan nilai efesiensi energi; KA dilakukan dengan kamar mandi shower, menggunakan kloset ecowasher, menerapkan 0 % surface runoff; SSM dari lokal, belum menggunaan material bersertifikasi, ramah lingkungan, dan daur ulang, cat dengan kadar VOC rendah; MLB dengan menyediakan tempat sampah organik dan anorganik. Dalam proses konstruksi, manajemen sampah konstruksi untuk limbah padat berupa pengumpulan dan pemisahan sedangkan untuk limbah cair tidak ada penanganan khusus.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: pemanasan global, bangunan hijau, green building, sustainabilty, wawasan lingkungan, greenship, GBCI
Subjects: Sipil > Manajemen Konstruksi
Sipil > Manajemen Konstruksi
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 20 May 2013 10:19
Last Modified: 20 May 2013 10:19
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/1536

Actions (login required)

View Item View Item