PERBAIKAN AKTIVITAS PEMBUATAN PRODUK DI INDUSTRI RUMAH TANGGA KERAJINAN TEMBAGA

Stiarno, Danang Jaya (2018) PERBAIKAN AKTIVITAS PEMBUATAN PRODUK DI INDUSTRI RUMAH TANGGA KERAJINAN TEMBAGA. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
TI073830.pdf

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
TI073831.pdf

Download (230kB)
[img] Text (BAB II)
TI073832.pdf

Download (761kB)
[img] Text (BAB III)
TI073833.pdf
Restricted to Registered users only

Download (434kB)
[img] Text (BAB IV)
TI073834.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (BAB V)
TI073835.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (BAB VI)
TI073836.pdf

Download (378kB)

Abstract

Kerajinan Tembaga merupakan usaha yang dijalani beberapa penduduk padukuhan Blimbing, Gunung Kidul. Pak Bambang merupakan salah satu pemilik usaha kerajinan tembaga yang menghasilkan beberapa kerajinan seperti konde pengantin, hiasan pakaian, bros, dan aksesoris tembaga lainnya. Seluruh kegiatan produksi dilakukan secara manual oleh pekerja. Observasi dan wawancara yang dilakukan menunjukkan bahwa pekerja mengeluhkan mengenai gejala gangguan otot seperti sakit pada leher, punggung, kaki, dan rasa panas pada perut. Keluhan dirasa ketika melakukan aktivitas pembentukan kawat menjadi pola. Hasil observasi menunjukkan waktu proses pembuatan pola lama, yaitu 12 jam perhari dan dilakukan dengan postur kerja yang tidak baik. Tindakan identifikasi dilakukan terhadap seluruh aktivitas produksi. Aktivitas teridentifikasi dilakukan pemilihan berdasarkan prioritas untuk dinilai. Identifikasi dilakukan menggunakan MSD Hazard Identification tools option 2 dan mendapati hasil aktivitas teridentifikasi msd yaitu back bent forward, neck bent forward dan sitting dengan level prioritas high priority. Penilaian menggunakan MSD Hazard Assesment dari Workplace Safety & Prevention Services dan didapati bahwa aktivitas pembuatan pola memiliki nilai potential risk pada faktor resiko repetition karena lamanya jam kerja dan potential risk pada faktor resiko bad posture karena postur kerja yang digunakan tidak baik. Usulan untuk memperbaiki aktivitas penyebab gangguan otot rangka akibat kerja menggunakan tahapan pengendalian dari OSHA, dengan usulan membuat peraturan tentang jam istirahat dan meja kerja. Pengendalian yang dilakukan berhasil menurunkan faktor resiko bad posture dari potential risk menjadi no risk. Pekerja sudah tidak mengalami sakit pada kaki setelah menggunakan meja kerja usulan. Jam istirahat kerja yang teratur mengurangi keluhan yang dirasakan pekerja.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Gangguan otot rangka, Muskuloskeletal Disorder, Faktor Resiko, Kerajinan Tembaga
Subjects: Teknik Industri > Produksi
Divisions: Fakultas Teknologi Industri > Teknik Industri
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 10 Aug 2018 09:24
Last Modified: 10 Aug 2018 09:24
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/15439

Actions (login required)

View Item View Item