PENENTUAN URUTAN PENGERJAAN PESANAN DI UKM JOGJA KONVEKSI

CHEW, PATRICIA (2018) PENENTUAN URUTAN PENGERJAAN PESANAN DI UKM JOGJA KONVEKSI. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (PATRICIA CHEW)
TI07751.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Jogja Konveksi merupakan sebuah Usaha Kecil Menengah (UKM) yang proses produksinya bergantung pada pesanan pelanggan. Masalah yang terdapat pada usaha konveksi ini adalah keterlambatan dalam pemenuhan pesanan karena penentuan urutan pengerjaan pesanan yang kurang tepat. Perusahaan sudah memiliki prioritas, yaitu apabila terdapat order baru dengan harga yang lebih tinggi dari harga reguler, maka order tersebut akan dikerjakan lebih dulu. Namun, prioritas tersebut belum digunakan dengan baik sebagai dasar dalam mengurutkan pesanan dan belum memperhatikan due date. Hal itu menyebabkan pesanan dengan harga yang lebih tinggi juga dapat mengalami keterlambatan karena pesanan baru dengan harga yang tinggi tidak sedikit jumlahnya dan terus dikerjakan lebih dahulu tanpa memperhatikan due date pesanan lain. Selain itu, pemilik menetapkan due date berdasarkan perkiraan dan pengalamannya dengan memperkirakan senggang tidaknya lantai produksi tanpa mengetahui waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah pesanan. Hal itu akan mengakibatkan keterlambatan apabila durasi waktu yang diberikan tidak cukup untuk menyelesaikan pesanan. Berdasarkan hasil penjadwalan awal yang urutan pengerjaan pesanannya mengikuti urutan di perusahaan, penjadwalan tersebut menghasilkan 11 pesanan yang terlambat pada bulan Februari 2018. Setelah mengetahui kelemahan dari penjadawalan perusahaan, peneliti menyusun prioritas usulan untuk mengurangi terjadinya ketelambatan penyelesaian pesanan dengan memperhatikan prioritas yang digunakan perusahaan. Apabila harga yang dimiliki suatu pesanan lebih tinggi dari pesanan dengan harga reguler dan due datenya lebih singkat dari pesanan sebelumnya, maka pesanan tersebut akan dikerjakan lebih dulu. Sehingga pesanan sebelumnya akan digeser waktu pengerjaannya. Akan tetapi, pergeseran waktu pengerjaan atau reschedule tersebut jangan sampai membuat pesanan sebelumnya mengalami keterlambatan. Jika membuat keterlambatan, maka harus dilakukan negosiasi kepada pelanggan baru untuk memperpanjang waktu pengerjaan. Apabila pelanggan tersebut menolak maka perusahaan dapat mengambil keputusan untuk melakukan subkontrak. Dari penjadwalan usulan, didapatkan hasil bahwa jumlah pesanan yang terlambat berkurang dari 11 pesanan menjadi 4 pesanan.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Penjadwalan, Pengurutan, Rescheduling
Subjects: Teknik Industri > Sistem Kerja
Divisions: Fakultas Teknologi Industri > Teknik Industri
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 07 Sep 2018 08:09
Last Modified: 07 Sep 2018 08:09
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/15781

Actions (login required)

View Item View Item