EFEKTIVITAS KULIT PISANG KLUTUK (Musa balbisiana Colla) dan KEPOK (Musa paradisiaca Linn.)) SEBAGAI BIOKOAGULAN LIMBAH RUANG LINEN RUMAH SAKIT

Setyawati, Anganthi Rizqi (2018) EFEKTIVITAS KULIT PISANG KLUTUK (Musa balbisiana Colla) dan KEPOK (Musa paradisiaca Linn.)) SEBAGAI BIOKOAGULAN LIMBAH RUANG LINEN RUMAH SAKIT. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Anganthi Rizqi Setyawati)
BL01486.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Rumah sakit di dalam menjalankan perannya sebagai sarana kesehatan tidak hanya memberikan dampak positif, namun juga negatif. Salah satu dampak negatif dari kegiatan rumah sakit yang berkaitan dengan lingkungan yaitu dihasilkannya limbah cair rumah sakit, termasuk limbah cair yang berasal dari ruang linen atau pencucian. Deterjen merupakan suatu derivatik organik atau bahan pencuci yang sering digunakan dalam proses pencucian yang menyebabkan air limbah memiliki kadar fosfat yang tinggi. Akumulasi deterjen secara terus menerus menyebabkan kandungan organik dalam air limbah meningkat dan kadar fosfat menjadi semakin tinggi. Air limbah yang terakumulasi deterjen secara terus menerus jika dibuang ke lingkungan dapat menyebabkan eutrofikasi pada ekosistem atau lingkungan. Salah satu solusi dari persoalan ini yaitu dengan dilakukannya pengolahan limbah secara koagulasi flokulasi dengan metode Jar Test dengan bantuan suatu koagulan. Koagulan yang digunakan selama ini yaitu koagulan kimia atau sintetik, dimana penggunaanya secara terus menerus juga dapat menimbulkan permasalah lingkungan, sehingga digunakan biokoagulan. Jar Test pada penelitian ini dilakukan menggunakan biokoagulan dari kulit Pisang Klutuk dan Pisang Kepok dengan kontrol (+) berupa koagulan tawas dengan Jar Test dan tawas tanpa Jar Test. Alasan digunakannya kulit Pisang Klutuk dan Kepok karena mengandung protein yang bersifat polielektrolit yang memiliki fungsi yang sama dengan koagulan sintetik. Parameter utama yang digunakan dalam penelitian ini yaitu fosfat dengan parameter tambahan berupa COD, BOD, TSS, pH, dan suhu. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa biokoagulan kulit Pisang Kepok dapat digunakan untuk menurunkan kadar fosfat, TSS, pH, dan suhu. Sedangkan biokoagulan kulit Pisang Klutuk dapat digunakan untuk menurunkan kadar fosfat, pH, dan suhu. Biokoagulan kulit Pisang Kepok lebih efektif dibandingkan kulit Pisang Klutuk, tetapi kedua biokoagulan ini tidak begitu efektif karena penurunan yang terjadi pada beberapa parameter belum sesuai dengan baku mutu. Pada penelitian ini juga ditunjukkan bahwa kadar protein atau polielektrolit pada biokoagulan memengaruhi efektifitas biokoagulan.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Teknobiologi > Tekno Industri
Divisions: Fakultas Teknobiologi > Biologi
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 24 Jan 2019 05:10
Last Modified: 24 Jan 2019 05:10
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/16138

Actions (login required)

View Item View Item