PENERAPAN TEKNOLOGI BETON PRACETAK PADA BANGUNAN DI INDONESIA DITINJAU DARI SEGI EFISIENSI BIAYA, MUTU, DAN WAKTU

Agustian, Eka (2007) PENERAPAN TEKNOLOGI BETON PRACETAK PADA BANGUNAN DI INDONESIA DITINJAU DARI SEGI EFISIENSI BIAYA, MUTU, DAN WAKTU. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0TS11754.pdf

Download (214Kb)
[img] Text (Bab I)
1TS11754.pdf

Download (79Kb)
[img] Text (Bab II)
2TS11754.pdf

Download (224Kb)
[img] Text (Bab III)
3TS11754.pdf
Restricted to Registered users only

Download (100Kb)
[img] Text (Bab IV)
4TS11754.pdf
Restricted to Registered users only

Download (252Kb)
[img] Text (Bab V)
5TS11754.pdf

Download (919Kb)

Abstract

Biaya konstruksi cenderung terus meningkat dari tahun ke tahun seperti yang ditunjukkan oleh hasil pengarnatan selama 50 tahun (1930-1980). Salah satu faktor penyebab melambungnya biaya konstruksi adalah tingginya upah tenaga kerja konstruksi dan proses konstruksi dengan metoda konvensional. Usaha untuk meningkatkan efisiensi balk dari segi biaya, mutu, maupun waktu di dalam dunia konstruksi adalah pemanfaatan teknologi yang tepat, yaitu teknologi beton pracetak (prafabrikasi). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi para kontraktor memilih atau menolak penerapan teknologi beton pracetak serta untuk mengetahui seberapa besar reduksi waktu keseluruhan proyek dengan teknologi beton pracetak jika dibandingkan dengan metoda konvensional.. Disamping itu juga bertujuan untuk memperoleh informasi tentang penggunaan komponen bangunan yang dilaksanakan secara pracetak di Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner penelitian. Responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini berjumlah 36 responden. Responden merupakan pelaksana konstruksi pada perusahaan sedang dan besar yang terdapat di berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, Makasar, dan Yogyakarta. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh pada penerapan teknologi pracetak adalah cetakan beton (mould) dapat dipakai berulang kali dengan nilai rata-rata 4,3056 dan standar deviasi 0,5767. Sedangkan faktor yang berpengaruh terhadap penolakan terhadap teknologi pracetak adalah dimensi komponen yang direncanakan terbatas karena keterbatasan alat angkut, dengan nilai rata-rata 3,6944 dan standar deviasi 1,0907.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: pracetak, efisiensi, komponen bangunan
Subjects: Sipil > Manajemen Konstruksi
Sipil > Manajemen Konstruksi
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 03 Jun 2013 09:39
Last Modified: 03 Jun 2013 09:39
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/2008

Actions (login required)

View Item View Item