PENGARUH PENAMBAHAN STYROFOAM PADA BETON ASPAL YANG TERENDAM AIR LAUT

MITRI, ANTONIUS RECHIE AUGUSTA (2010) PENGARUH PENAMBAHAN STYROFOAM PADA BETON ASPAL YANG TERENDAM AIR LAUT. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0TS11952.pdf

Download (549Kb)
[img] Text (Bab I)
1TS11952.pdf

Download (170Kb)
[img] Text (Bab II)
2TS11952.pdf

Download (207Kb)
[img] Text (Bab III)
3TS11952.pdf
Restricted to Registered users only

Download (232Kb)
[img] Text (Bab IV)
4TS11952.pdf
Restricted to Registered users only

Download (306Kb)
[img] Text
5TS11952.pdf
Restricted to Registered users only

Download (551Kb)
[img] Text (Bab V)
6TS11952.pdf

Download (198Kb)

Abstract

Jalan adalah prasarana transportasi yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Lapis Aspal Beton (Laston) merupakan suatu lapisan pada konstruksi jalan raya, yang terdiri dari campuran aspal keras dan agregat yang bergradasi menerus, dicampur, dihampar, dan dipampatkan dalam keadaan panas pada suhu tertentu. Pada daerah pesisir utara Jawa, terutama di daerah Semarang sering kali terjadi banjir yang diakibatkan pasang naik air laut yang menggenangi daratan, atau dikenal dengan istilah banjir rob. Jalan yang terendam banjir rob akan mengalami kerusakan, dan akan mengganggu kegiatan sosial ekonomi di masyarakat. Oleh sebab itu diperlukan penggunaan bahan tambah (additive) pada campuran beton aspal untuk meningkatkan kualitas beton aspal. Salah satunya adalah polimer plastik jenis styrofoam yang banyak digunakan sebagai pengepak barang elektronik dan pengepak buah. Penggunaan styrofoam pada campuran beton aspal diharapkan dapat meningkatkan kualitas beton aspal yang terendam air laut akibat banjir rob. Pada penelitian ini akan ditinjau pengaruh penambahan styrofoam pada beton aspal yang terendam air laut terhadap karakteristik Marshall seperti density, void filled with asphalt (VFWA), void in the mix (VITM) , stabilitas, flow, dan marshall quotient (QM). Penelitian ini menggunakan metode Marshall yang digunakan pada beberapa variasi perbandingan benda uji yang masing-masing dibuat ganda. Variasi kadar styrofoam adalah 0%; 0,01%; 0,015%, dan 0,02% dengan variasi lama perendaman 1 sampai 7 hari. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa semakin lama campuran beton aspal direndam dalam air laut, karakteristik Marshall untuk density, VFWA, stabilitas dan QM cenderung menurun, sedangkan VITM dan flow meningkat. Dengan penambahan styrofoam nilai karakteristik Marshall untuk density, VFWA, stabilitas dan QM semakin meningkat dibandingkan tanpa penambahan styrofoam, sedangkan nilai VITM, dan flow cenderung menurun. Berdasarkan spesifikasi SKBI-2.4.26.1987, didapatkan kadar aspal dengan penambahan styrofoam optimum yang mampu menahan kerusakan akibat air laut selama 3 hari yaitu kadar aspal 5% dengan styrofoam 0,01%.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Laston, Banjir rob, Karakteristik Marshall, Kadar Styrofoam, Kadar Aspal
Subjects: Sipil > Transportasi
Sipil > Transportasi
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 03 Jun 2013 10:27
Last Modified: 03 Jun 2013 10:27
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/2009

Actions (login required)

View Item View Item