ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KETERLAMBATAN WAKTU PROYEK KONSTRUKSI

Tjundoko, Dian (2011) ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KETERLAMBATAN WAKTU PROYEK KONSTRUKSI. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0TS12705.pdf

Download (707Kb)
[img] Text (Bab I)
1TS12705.pdf

Download (52Kb)
[img] Text (Bab II)
2TS12705.pdf

Download (88Kb)
[img] Text (Bab III)
3TS12705.pdf
Restricted to Registered users only

Download (61Kb)
[img] Text (Bab IV)
4TS12705.pdf
Restricted to Registered users only

Download (186Kb)
[img] Text (Bab V)
5TS12705.pdf

Download (198Kb)

Abstract

Indonesia merupakan negara berkembang yang sedang marak dengan pembangunannya. Dalam pelaksanaan suatu proyek konstruksi, selalu ada kemungkinan, bahwa waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek, akan melebihi waktu yang telah ditentukan dalam dokumen kontrak pekerjaan. Tingginya tingkat keterlambatan proyek kerja konstruksi mendorong penulis melakukan penelitian ini. Penelitian dengan menggunakan analisis mean descriptive dan Analisis Uji Spearman dilakukan pada proyek konstruksi yang sedang dikerjakan di wilayah Semarang dan Belitung. Penulis bermaksud mengetahui penyebab utama faktor keterlambatan proyek konstruksi di wilayah Semarang dan Belitung serta mengetahui perbandingan analisis faktor-faktor penyebab keterlambatan proyek di wilayah Semarang dengan wilayah Belitung. Hasil analisis mean descriptive menunjukkan penyebab utama keterlambatan konstruksi di wilayah Semarang adalah kekurangan bahan konstruksi pada faktor bahan, kekurangan tenaga kerja pada faktor tenaga kerja, kekurangan peralatan konstruksi pada faktor peralatan, ketersediaan keuangan selama pelaksanaan pada faktor keuangan, pengaruh hujan pada aktifitas konstruksi pada faktor lingkungan, kesalahan desain yang dibuat oleh perencana pada faktor perubahan, perolehan ijin dari Pemerintah pada faktor hubungan dengan Pemerintah, tidak adanya kerjasama antara kontraktor dengan owner pada faktor kontrak, persiapan jadwal kerja dan revisi oleh konsultan ketika konstruksi sedang berjalan pada faktor waktu dan kontrol. Sedangkan wilayah Belitung adalah keterlambatan pengiriman barang pada faktor bahan, kekurangan tenaga kerja pada faktor tenaga kerja, kerusakan peralatan konstruksi pada faktor peralatan, situasi perekonomian (krisis moneter) pada faktor keuangan, pengaruh hujan pada aktifitas konstruksi pada faktor lingkungan, terjadi perubahan desain oleh owner pada faktor perubahan, birokrasi yang berbelit-belit pada faktor hubungan dengan Pemerintah, keterlambatan owner dalam pembuatan keputusan pada faktor kontrak, kekurangan tenaga dan manajemen terlatih untuk mendukung pelaksanaan konstruksi pada faktor waktu dan kontrol. Hasil analisis Uji T menunjukkan korelasi diantara faktor-faktor penyebab keterlambatan proyek konstruksi di wilayah Semarang dan Belitung adalah terdapat hubungan yang signifikan dan memiliki korelasi hubungan positif pada faktor bahan, faktor keuangan, faktor lingkungan, faktor perubahan, faktor waktu dan kontrol. Sedangkan faktor peralatan dan faktor kontrak memiliki hubungan negatif. PDF Create! 3 Trial www.scansoft.com Dan faktor tenaga kerja tidak terdapat hubungan yang signifikan dan memiliki korelasi hubungan positif. Sedangkan faktor pemerintah negatif.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Keterlambatan proyek konstruksi, kontraktor
Subjects: Sipil > Manajemen Konstruksi
Sipil > Manajemen Konstruksi
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 03 Jun 2013 12:34
Last Modified: 03 Jun 2013 12:34
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/2032

Actions (login required)

View Item View Item