LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR REVITALISASI PASAR SENI GABUSAN MENJADI PUSAT SENI BUDAYA DAN PAMERAN DAGANG DI KABUPATEN BANTUL

ERYEN, BENEDICKTUS VICKY (2020) LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR REVITALISASI PASAR SENI GABUSAN MENJADI PUSAT SENI BUDAYA DAN PAMERAN DAGANG DI KABUPATEN BANTUL. S1 thesis, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.

[img] Text
150116076.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (17MB)

Abstract

D.I Yogyakarta merupakan salah satu provinsi dengan tujuan wisata budaya yang tinggi di Indonesia, pada provinsi ini terdapat Pasar Seni Gabusan Bantul yang merupakan pasar yang menjual komuditi khusus berupa barang seni. Penurunan jumlah pengunjung pada Pasar Seni Gabusan Bantul membuat pemerintah mengeluarkan rencana untuk merevitalisasi pasar tersebut menjadi sebuah Pusat Seni dan Budaya. Pusat Seni dan Budaya yang bersifat edukatif memerlukan sebuah fungsi tambahan yang bersifat komersial agar dapat membiayai kegiatan operasional Pusat Seni dan Budaya itu sendiri sehingga ditambahkan fungsi berupa Pameran Dagang. Pada Pusat Seni Budaya dan Pameran Dagang ditekankan nilai atraktif yang hendak dicapai agar dapat mengundang pengunjung untuk terus menerus datang. Pusat seni budaya dan pameran dagang yang akan direvitalisasi akan memiliki perbedaan fungsi dengan yang sebelumnya, dimana pada pasar yang ada saat ini fungsi bangunan terfokuskan untuk kebutuhan komersial sedangkan revitalisasi dengan pengubahan fungsi yang dilakukan akan befokus pada fungsi edukatif dan secara bersamaan fungsi komersial, namun pada beberapa kios akan dipertahankan jika memungkinkan untuk dipertahankan, sehingga yang sudah ada tidak semua diubah. Pusat Seni Budaya dan Pameran Dagang yang terletak pada Kabupaten Bantul ini membutuhkan sebuah nilai budaya lokal karena pengembangannya yang mengarah ke jenis wisata budaya. Filosofi memayu hayuning bawana di masukan kedalam proses desain agar tercermin nilai lokal dari provinsi D.I Yogyakarta. Penerapan filosofi memayu hayuning bawana pada desain dimasukan dengan mengambil tujuan dari filosofi tersebut yaitu keharmonisan, yang kemudian diterapkan pada tiga aspek yaitu keharmonisan antara bangunan, budaya dan lingkungan. Tujuan utama konsep yang merupakan keharmonisan kemudian diturunkan menjadi tiga konsep mikro yaitu; pengolahan zonasi agar seimbang, keseimbangan antara elemen buatan manusia dan elemen alam dan pemanfaatan desain pasif untuk lebih menyatukan antara elemen alam dan manusia. Penerapan filosifi ini dilakukan dengan melakukan pengolahan pada tata ruang luar dan dalam yang pada prinsipnya mendesain agar tercipta kerharmonisan antara bangunan dan alam sehingga pada proses desain alam dan bangunan diatur agar saling memperindah.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Pusat Seni Budaya, Pameran Dagang, Tata Ruang Luar, Tata Ruang Dalam, Atraktif, Memayu Hayuning Bawana
Subjects: Arsitektur > Lingkungan Kawasan
Penelitian Dosen > Arsitektur > Lingkungan Kawasan
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Arsitektur
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 30 Jul 2020 01:55
Last Modified: 30 Jul 2020 01:55
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/21880

Actions (login required)

View Item View Item