MUSEUM ULOS DI MEDAN

Barus, Lestari (2011) MUSEUM ULOS DI MEDAN. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0TA12623.pdf

Download (1759Kb)
[img] Text (Bab I)
1TA12623.pdf

Download (409Kb)
[img] Text (Bab II)
2TA12623.pdf

Download (260Kb)
[img] Text (Bab III)
3TA12623.pdf
Restricted to Registered users only

Download (156Kb)
[img] Text (Bab IV)
4TA12623.pdf
Restricted to Registered users only

Download (12Mb)
[img] Text (Bab V)
5TA12623.pdf
Restricted to Registered users only

Download (6Mb)
[img] Text (Bab VI)
6TA12623.pdf

Download (317Kb)

Abstract

Ulos merupakan kain tenun dari suku Batak. Suku batak merupakan salah satu suku yang ada di Indonesia Indonesia yang berasal dari Sumatera Utara. Suku batak terbagi menadi 6 yaitu : batak Karo, batak Toba, batak Simalungun, batak Mandailing, batak Pak-pak, dan batak angkola. Ulos berperan penting dalam setiap acara adat masyarakat batak. Setiap sub suku batak memiliki jenis ulos yang berbeda-beda tetapi tetap memiliki makna yang sama. Ulos merupakan budaya yang wajib dilestarikan keberadaannya. Sebenarnya masing-masing masyarakat batak memiliki tanggung jawab untuk menjaga karya seni budaya ini, karenanya kita harus membuat sebuah wadah untuk menjaga,memelihara dan melindungi karya seni budaya tersebut. Melalui intervensi pemeliharaan karya seni budaya batak tersebut, kita mencoba untuk menempatkannya pada tempat yang tepat karena seiring berjalannya waktu jika hal ini tidak ditindak lanjuti, hasil seni budaya batak ini dapat hilang. Melalui intervensi pemeliharaan ini kita berusaha untuk tetap menjaga keberadaan hasil seni budaya batak tersebut. Museum Ulos di Medan menjadi slah satu bagian yang akan memelihara ulos tersebut. Terwujudnya intervensi pemeliharaan terhadap ulos dapat mempertahankan ulos tetap akan dimiliki masyarakat batak sampai turun temurun. Museum Ulos ini juga mewadahi bagi anak muda sebagai generasi penerus untuk dapat mengetahui cara pembuatan ulos serta alat yang digunakan sehingga budaya asli Indonesia tersebut tetap ada untuk selamanya karena budaya sesuatu yang berharga bagi setiap suku bangsa. Konsep utama yang menjadi analisis dalam mewujudkan Museum Ulos yaitu menyangkut cirriciri ulos yaitu dengan penekanan desain yang mengacu pada simbol ulos, hal ini lah yang menjadi landasan dalam pembentukan ruang arsitektural yang akan dirancang baik tata ruang dala maupun tata ruang luar, dimana nantinya diharapkan pengunjung dapat memahami ulos melalui ruang-ruang yang dirancang sesuai simbol ulos.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Arsitektur > Bangunan Arsitektural
Penelitian Dosen > Arsitektur > Bangunan Arsitektural
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Arsitektur
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 17 Jun 2013 10:37
Last Modified: 17 Jun 2013 10:37
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/2227

Actions (login required)

View Item View Item