IMPLEMENTASI KAMPANYE “SEBANGAU CONSERVATION PROJECT” WORLD WIDE FUND for NATURE” (WWF) INDONESIA KALIMANTAN TENGAH

Agustina, Leony (2010) IMPLEMENTASI KAMPANYE “SEBANGAU CONSERVATION PROJECT” WORLD WIDE FUND for NATURE” (WWF) INDONESIA KALIMANTAN TENGAH. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0KOM02247.pdf

Download (418Kb)
[img] Text (Bab I)
1KOM02247.pdf

Download (181Kb)
[img] Text (Bab II)
2KOM02247.pdf

Download (127Kb)
[img] Text (Bab III)
3KOM02247.pdf
Restricted to Registered users only

Download (332Kb)
[img] Text (Bab IV)
4KOM02247.pdf
Restricted to Registered users only

Download (82Kb)
[img] Text (Bab V)
5KOM02247.pdf

Download (63Kb)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi. Fenomenologi merupakan metode penelitian yang termasuk dalam paradigma konstruktivis atau interpretatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi, karena terkait langsung dengan gejala-gejala yang muncul di sekitar lingkungan manusia terorganisasir dalam satuan kehidupan. Penelitian yang menggunakan pendekatan fenomenologis berusaha untuk memahami makna peristiwa serta interaksi pada orang-orang dalam situasi tertentu. Dengan menggunakan metode fenomenologi membantu peneliti untuk melihat proses komunikasi yang terjadi antara WWF-Indonesia Kalimantan Tengah dengan masyarakat kawasan Sebangau ketika dilakukannya program kampanye “Sebangau Conservation Project”. Lebih lanjut lagi peneliti akan melihat keberhasilan pelaksanaan kampanye “Sebangau Conservation Project” yang dilakukan oleh WWF-Indonesia Kalimantan Tengah dalam merubah perilaku masyarakat Sebangau. Sejak tahun 2002, WWF Indonesia Kalimantan Tengah telah memfasilitasi masyarakat Sebangau untuk mengkonservasi sumber daya alam yang ada di lingkungan mereka, dan bagaimana sumber daya alam tersebut dapat memberikan manfaat bagi penambahan ekonomi masyarakat tanpa merusak sumber daya alam tersebut. Misalnya dengan adanya kegiatan pemanfaatan hasil hutan non kayu seperti rotan, gaharu dll. Sejalan dengan pelaksanaan program, WWF sebagai organisasi yang memiliki kepedulian pada persoalan lingkungan dan konservasi seharusnya semakin dikenal masyarakat. Namun ada kemungkinan informasi tentang WWF tersebut belum sejalan dengan pengetahuan dan sikap masyarakat. Fenomena ini sangat mungkin bahwa masih ada masyarakat yang menjadi sasaran program WWF belum mengenal WWF, fokus organisasi dan kegiatannya dalam kerangka besar konservasi. Oleh sebab itu, sebagai upaya untuk membantu kegiatan pelestarian alam dan habitat di Indonesia maka WWF Indonesia menggunakan berbagai media dan salah satu bentuk media yang digunakan adalah media kampanye untuk menyampaikan pesan dan menginformasikan program yang akan dilaksanakan. Tujuan dari penelitian ini secara garis besar adalah untuk memberikan gambaran tentang program kampanye “Sebangau Conservation Project” dalam membangun perilaku masyarakat yang telah dilakukan oleh World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia Kalimantan Tengah. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kampanye Public Relations dimana kampanye sebagai serangkaian kegiatan proses komunikasi yang terorganisasi dengan tujuan menciptakan dampak tertentu terhadap sebagian besar khalayak secara berkelanjutan dalam periode waktu tertentu. Kampanye public relations bertujuan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan khalayak sasaran (target audience) untuk merebut perhatian serta menumbuhkan persepsi atau opini yang positif terhadap misi organisasi melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh organisasi tersebut agar tercipta suatu kepercayaan dan citra yang xvi baik dari masyarakat melalui penyampaian pesan secara intensif dengan proses komunikasi dan jangka waktu tertentu yang berkelanjut dalam hal ini melalui program kampanye Sebangau Conservation Project yang dilakukan oleh WWF. Kampanye Sebangau Conservation Project yang dilakukan oleh WWFIndonesia Kalimantan Tengah dikategorikan sebagai social change campaign yakni kampanye untuk menangani permasalahan sosial. Pemerintah lokal dan masyarakat tetap menjadi sasaran utama dalam kegiatan komunikasi karena merekalah yang seharusnya terlibat aktif dalam program konservasi di kawasan Sebangau. Pada sasaran masyarakat lokal, secara khusus ditujukan kegiatan komunikasi pada generasi muda, karena mereka-lah yang akan menjalankan program konservasi pada waktu-waktu selanjutnya. Dalam penyebaran informasi dan melakukan kampanye, WWF bekerjasama dengan jaringan global WWF, jaringan WWF-Indonesia, kerabat, supporter, volunteer WWF. Kampanye yang dilakukan oleh WWF-Indonesia Kalimantan Tengah meliputi Konservasi Satwa Langka bekerjasama dengan pemerintah lokal, BKSDA, BTNS dan NGO Lokal, Kampanye dan Pendidikan Lingkungan Hidup Konservasi Hutan Tropis di wilayah Jantung Kalimantan (Heart of Borneo) Kalimantan Tengah bekerjasama dengan NGO lokal dan media lokal, Praktek pengelolaan perkebunan sawit yang ramah lingkungan bekerjasama dengan RSPO dan perusahaan sawit, “Bumiku Satu” pada hari Bumi (22 April), Kampanye sejak 2008 yaitu Kampanye “Hapakat Itah Mahaga Petak Danum Tambun Bungai” dan “Langkah Hijau untuk mengurangi pemanasan global”. WWF-Indonesia Kalimantan Tengah menggunakan strategi pendekatan pengelolaan kolaboratif (Collaborative Management) antara Balai Taman Nasional Sebangau dengan para pihak seperti pemerintah setempat, dinas/instansi terkait, lembaga non pemerintah, masyarakat lokal, forum masyarakat, lembaga peneliti dan swasta. WWF pun berperan sebagai inisiator dan fasilitator demi kelestarian Sebangau dan bukan sebagai ‘pemilik’ kawasan.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Kampanye, Komunikasi, Sebangau Conservation Project
Subjects: Komunikasi > Public Relations
Divisions: Fakultas ISIP > Ilmu komunikasi
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 18 Jun 2013 11:26
Last Modified: 18 Jun 2013 11:26
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/2286

Actions (login required)

View Item View Item