Emotional Branding Melalui Ikon Visual Merek (Studi Deskriptif Kualitatif Mengenai Implementasi Konsep Emotional Branding melalui Ikon Visual Merek dan Kaitannya dengan Pembentukan Brand Image Sour Sally)

Handayani, Rr. Gustin Chandra (2010) Emotional Branding Melalui Ikon Visual Merek (Studi Deskriptif Kualitatif Mengenai Implementasi Konsep Emotional Branding melalui Ikon Visual Merek dan Kaitannya dengan Pembentukan Brand Image Sour Sally). S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0KOM02567.pdf

Download (1374Kb)
[img] Text (Bab I)
1KOM02567.pdf

Download (144Kb)
[img] Text (Bab II)
2KOM02567.pdf
Restricted to Registered users only

Download (442Kb)
[img] Text (Bab III)
3KOM02567.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2882Kb)
[img] Text (Bab IV)
4KOM02567.pdf

Download (61Kb)

Abstract

Pertumbuhan merek yang sangat tinggi, dengan situasi persaingan yang ketat mendorong sebuah merek untuk memiliki strategi yang tepat dalam menarik serta memenangkan hati konsumen. Kekuatan emosional menjadi aspek yang penting saat merek-merek lain lebih sering fokus pada hal-hal seperti kualitas dan harga. Menggunakan pemahaman akan segmentasi serta pengetahuan tentang audiens melalui perilaku dan karakteristik mereka merupakan salah satu contoh dari pendekatan emosional. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana implementasi konsep emotional branding pada ikon visual merek dan kaitannya dengan pembentukan brand image Sour Sally. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, yang bertujuan untuk mengenal, mendapatkan, serta memberikan gambaran atau paradigma mengenai suatu gejala. Penelitian ini dilakukan dengan cara menyelidiki dan menggambarkan keadaan obyek berdasar fakta0fakta yang tampak. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori emotional branding yang dikemukakan oleh Marc Gobe, dengan konsep dasar emotional branding, emotional branding, yaitu hubungan, panca indra, imajinasi, dan visi. Teori lain yang digunakan oleh peneliti adalah konsep ikon visual merek yang dikemukakan oleh Mike Moser. Selain itu, untuk mengetahui bagaimana pembentukan brand image, penelitian ini menggunakan teori brand image yand di dalamnya terdapat aspek image, perhatian, kesan, dan keyakinan akan merek. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dengan narasumber obyek penelitian mengenai konsep branding Sour Sally dan aspek emosional pada ikon visual merek Sour Sally. Wawancara juga dilakukan dengan konsumen Sour Sally untuk mengetahui brand image yang terbentuk. Pengumpulan data juga dilakukan dengan observasi di lapangan, dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa Sour Sally memiliki konsep branding dengan gagasan atau konsep di dalamnya yang mengarah pada konsep emotional branding. Kemudian implementasi konsep emotional branding pada ikon visual Sour Sally mengarah pada konsep hubungan yang personal melalui maskot Sour Sally, thrilling experience atau pengalaman yang menarik yang diciptakan melalui desain ikon visual Sour Sally, dan karakter desain visual Sour Sally yang imajinatif dan unik. Pengalaman merek yang diperoleh konsumen melalui ikon visual merek Sour Sally akhirnya membentuk brand image Sour Sally sebagai merek yang fun, cute, energetic. Setelah penelitian mengenai bagaimana implementasi konsep emotional branding pada ikon visual merek ini, saran yang dapat diberikan untuk penelitian selanjutnya adalah bagaimana implementasi konsep emotional branding melalui ikon merek dengan pendekatan panca indra lainnya, seperti ikon suara, aroma, rasa, atau sentuhan. Ikon-ikon merek tersebut masing-masing memiliki keunikan dan karakteristik yang berbeda dalam memberikan pengalaman merek secara emosional, sehingga menarik untuk diteliti lebih lanjut.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Komunikasi > Advertising
Divisions: Fakultas ISIP > Ilmu komunikasi
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 19 Jun 2013 08:11
Last Modified: 19 Jun 2013 08:11
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/2296

Actions (login required)

View Item View Item