ETIKA JURNALISME DALAM PROGRAM ACARA REPORTASE INVESTIGASI DI TRANS TV (Studi Evaluatif Jurnalis dalam Memproduksi Tayangan Reportase Investigasi Episode “Bakso Ayam dan Ikan Busuk” dengan Memakai Kerangka Pemikiran Ralph Potter)

Bismoko, Didacus Pindho (2013) ETIKA JURNALISME DALAM PROGRAM ACARA REPORTASE INVESTIGASI DI TRANS TV (Studi Evaluatif Jurnalis dalam Memproduksi Tayangan Reportase Investigasi Episode “Bakso Ayam dan Ikan Busuk” dengan Memakai Kerangka Pemikiran Ralph Potter). S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
1KOM03012.pdf

Download (1227Kb)
[img] Text (Bab I)
0KOM03012.pdf

Download (16Mb)
[img] Text (Bab II)
2KOM03012.pdf
Restricted to Registered users only

Download (437Kb)
[img] Text (Bab III)
3KOM03012.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1869Kb)
[img] Text (Bab IV)
4KOM03012.pdf

Download (3537Kb)

Abstract

Menurut Mencher dalam Santana (2003: 100-101) dorongan jurnalis untuk melakukan liputan muncul dari adanya motivasi moral: the desire to correct an injustice, to right a wrong, dan persuade the public alter the situation. Liputan selalu berawal dari temuan-temuan jurnalis mengenai situasi yang buruk, salah, dan memerlukan perubahan. Tetapi tujuan itu sering diabaikan beberapa jurnalis dan perusahaan yang menaunginya. Nilai jual dan efektivitas waktu menjadi pertimbangan utama dalam melakukan peliputan. Bahkan tak jarang etika dilanggar demi mendapatkan rating yang memuaskan. Peneliti menggunakan Potter Box dalam menganalisis keputusan-keputusan etis yang diambil oleh jurnalis. Empat tahap analisis dalam Potter Box adalah identifikasi fakta, nilai, prinsip, dan loyalitas. Keputusan kontroversial yang dilakukan jurnalis dikonfirmasi lalu dianalisis alasan-alasan yang ada dibalik keputusan yang diambil jurnalis tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tim Reportase Investigasi telah melakukan keputusan yang tidak berpedoman pada etika. Nilai jual dan efektivitas waktu menjadi utama dalam melakukan liputan. Tidak ada keinginan untuk melakukan peliputan secara menyeluruh seperti menjadi ciri khas jurnalisme investigasi. Data yang tidak lengkap justru seakan memojokkan produsen bakso yang tidak memiliki merek. Fungsi pengawasan terhadap pemerintah dalam melindungi keselamatan konsumen diabaikan dan cenderung mengutamakan pada sensasi berita yang membuat rating meningkat. Loyalitas tim Reportase Investigasi bukan kepada masyarakat tetapi pada perusahaan. Tim Reportase Investigasi menerapkan prinsip dasar hedonisme di mana yang sungguh-sungguh baik adalah kesenangan. Kesenangan orang lain dalam hal ini masyarakat justru terabaikan.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Potter Box, Etika, Jurnalisme Investigasi
Subjects: Komunikasi > Jurnalisme
Divisions: Fakultas ISIP > Ilmu komunikasi
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 11 Apr 2013 09:03
Last Modified: 01 May 2013 09:39
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/236

Actions (login required)

View Item View Item