STABILISASI TANAH LEMPUNG DENGAN SERBUK CANGKANG TELUR AYAM & ABU CANGKANG SAWIT

FIRNANTA, KELVIN (2020) STABILISASI TANAH LEMPUNG DENGAN SERBUK CANGKANG TELUR AYAM & ABU CANGKANG SAWIT. S1 thesis, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (KELVIN FIRNANTA)
15 02 16082_0.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
15 02 16082_1.pdf

Download (217kB) | Preview
[img]
Preview
Text
15 02 16082_2.pdf

Download (125kB) | Preview
[img]
Preview
Text
15 02 16082_3.pdf

Download (463kB) | Preview
[img] Text
15 02 16082_4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (123kB)
[img] Text
15 02 16082_5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (512kB)
[img]
Preview
Text
15 02 16082_6.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Provinsi Kalimantan Barat merupakan daratan yang hampir seluruhnya dipenuhi oleh tanah gambut. Mengingat tanah gambut merupakan salah satu tanah yang sering kali mengalami kesulitan dalam hal pembangunan, Hal ini dikarenakan tanah lempung memiliki kembang susut yang sangat tinggi sehingga tanah tersebut tidak dapat menahan beban yang diberikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil daya dukung tanah melalui uji kuat tekan bebas antara tanah asli dan tanah yang ditambahkan serbuk cangkang telur ayam dan abu cangkang sawit. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tanah lempung, serbuk cangkang telur ayam dan abu cangkang sawit. Metode pengujian yang dilakukan adalah dengan cara pengujian batas-batas atterberg. Penelitian ini menggunakan pembuatan variasi kadar serbuk cangkang telur ayam dan abu cangkang sawit. Penggunaan kadar pada serbuk cangkang telur ayam adalah 5,26%, 11,11%, 17,65%. Melalui metode batas-batas atterberg, penggunaan kadar yang paling optimum adalah sebesar 11,11%. Setelah mendapatkan penggunaan kadar serbuk cangkang telur ayam yang paling optimum, maka akan dicampurkan dengan abu cangkang sawit pada kadar 5,88%, 11,76%, 17,65%, 23,53% dan waktu pemeraman pada masing-masing sampel adalah 7 hari, 14 hari dan 28 hari. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemakaian kadar 12,97% serbuk cangkang telur ayam dan 17,65% abu cangkang sawit merupakan hasil yang paling optimum dengan nilai kuat tekan bebas pada 7 hari sebesar 1,387 kg/cm². Pada waktu pemeraman 14 hari menghasilkan nilai kuat tekan bebas sebesar 1,585 kg/cm². Sedangkan pada waktu pemeraman 28 hari menghasilkan nilai kuat tekan bebas sebesar 1,976 kg/cm².

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: tanah lempung, serbuk cangkang telur ayam, abu cangkang sawit, batas-batas atterberg, kuat tekan bebas.
Subjects: Sipil > Geo Teknik
Sipil > Geo Teknik
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 22 Oct 2021 14:34
Last Modified: 22 Oct 2021 14:34
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/24977

Actions (login required)

View Item View Item