PENGARUH KEGIATAN PASAR DELANGGU TERHADAP KINERJA RUAS JALAN STASIUN DELANGGU

Warno, Sari Setiawan (2010) PENGARUH KEGIATAN PASAR DELANGGU TERHADAP KINERJA RUAS JALAN STASIUN DELANGGU. S1 thesis, UAJY.

[img]
Preview
Text (Halaman Judul)
0TS10458.pdf

Download (486kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Bab I)
1TS10458.pdf

Download (306kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Bab II)
2TS10458.pdf

Download (154kB) | Preview
[img] Text (Bab III)
3TS10458.pdf
Restricted to Registered users only

Download (315kB)
[img] Text (Bab IV)
4TS10458.pdf
Restricted to Registered users only

Download (189kB)
[img] Text (Bab V)
5TS10458.pdf
Restricted to Registered users only

Download (504kB)
[img]
Preview
Text (Bab VI)
6TS10458.pdf

Download (857kB) | Preview

Abstract

Arus lalu lintas suatu jalan yang lancar akan sangat nyaman bagi pengendara, tetapi apabila macet akan sangat mengganggu pengendara. Ruas Jalan Stasiun Delanggu merupakan salah satu segmen jalan yang berada di sebelah utara pasar Delanggu. Kegiatan pasar Delanggu dapat mempengaruhi kinerja ruas Jalan Stasiun Delanggu. Untuk itu perlu diketahui tingkat pelayanan ruas jalan, kapasitas jalan, dan derajat kejenuhan pada tahun 2010 dan mempredeksi untuk 5 tahun yang akan datang (2015), serta mencari solusi/pemecahan masalah apabila kinerja ruas Jalan Stasiun Delanggu terganggu akibat kegiatan pasar Delanggu. Penelitian ini dilakukan dengan cara pengumpulan data primer yang meliputi : kondisi geometri jalan, volume lalu lintas, waktu tempuh, dan hambatan samping. Data sekundernya meliputi: jumlah penduduk kabupaten Klaten dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2010 (dari Badan Pusat Statistika), volume lalu lintas dan hambatan samping tahun 2008 sampai dengan tahun 2009 (dari Dinas Perhubungan Kabupaten Klaten). Setelah semua data terkumpul, data diolah menggunakan analisis linier, berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia tahun 1997 dan Peraturan Menteri Perhubungan nomor KM 14 tahun 2006 tentang manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan. Hasil penelitian yang didapat pada ruas Jalan Stasiun Delanggu arah barat – timur derajat kejenuhannya 0,51, kecepatan tempuh rerata 81,22 km/jam, kecepatan arus bebas 42,24 km/jam, hambatan samping 144,13 kejadian/jam, dan dengan tingkat pelayanan A. Arah timur – barat derajat kejenuhannya 0,56, kecepatan tempuh rerata 80,81 km/jam, kecepatan arus bebas 42,24 km/jam, hambatan samping 131,98 kejadian/jam, dan dengan tingkat pelayanan A. Dengan regresi linier tahun 2015 dapat diprediksi, arah barat – timur mempunyai derajat kejenuhan 0,73, kecepatan arus bebas 43,51 km/jam dan hambatan samping 144,13 kejadian/jam, dengan tingkat pelayanan C, sedangkan arah timur – barat mempunyai derajat kejenuhan 0,80 kecepatan arus bebas 43,51 km/jam dan hambatan samping 131,98 kejadian/jam, dengan tingkat pelayanan C. Solusi 5 tahun mendatang dengan cara membatasi arus lalu lintas kendaraan berat (HV) dari kedua arah (Timur – Barat dan Barat – Timur) pada pukul 06.00 – 18.00 WIB tidak diperbolehkan lewat, sehingga derajat jenuh arah barat – timur menjadi 0,54 dan arah timur – barat menjadi 0,60.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: volume lalu lintas, waktu tempuh, hambatan samping, derajat kejenuhan
Subjects: Sipil > Transportasi
Sipil > Transportasi
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 26 Jun 2013 08:56
Last Modified: 26 Jun 2013 08:56
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/2519

Actions (login required)

View Item View Item