PERANCANGAN STRUKTUR GEDUNG BETON BERTULANG DENGAN PENGGANTIAN SISTEM PELAT LANTAI MENJADI FLAT SLAB (STUDI KASUS APARTEMEN DAN CONDOTEL LLOYD, YOGYAKARTA)

RITA, RENCYA PANGARUNGAN (2020) PERANCANGAN STRUKTUR GEDUNG BETON BERTULANG DENGAN PENGGANTIAN SISTEM PELAT LANTAI MENJADI FLAT SLAB (STUDI KASUS APARTEMEN DAN CONDOTEL LLOYD, YOGYAKARTA). S1 thesis, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (RENCYA PANGARUNGAN RITA)
16 02 16641_0.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
16 02 16641_1.pdf

Download (375kB) | Preview
[img]
Preview
Text
16 02 16641_2.pdf

Download (742kB) | Preview
[img]
Preview
Text
16 02 16641_3.pdf

Download (598kB) | Preview
[img] Text
16 02 16641_4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (514kB)
[img] Text
16 02 16641_5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img]
Preview
Text
16 02 16641_6.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Peningkatan pembangunan infrastruktur memerlukan ruang yang cukup untuk memenuhi sebagaimana akan difungsikan, namun tidak diimbangi dengan ketersediaan lahan yang ada menyebabkan pembangunan rumah hunian, apartemen, maupun gedung kantor dilakukan secara vertikal supaya kebutuhan dan fungsi ruangan tetap terpenuhi walaupun dengan luas lahan yang terbatas. Permasalahan yang terjadi adalah kebutuhan ruang meningkat, namun gedung bertingkat dibatasi dengan peraturan kota mengenai ketentuan tinggi bangunan. Peraturan Kota Yogyakarta mengenai ketentuan tinggi bangunan dengan ketinggian lebih dari 32 meter harus seizin Wali Kota dan Komandan Pangkalan TNI AU (Danlanud) Adi Sucipto (Peraturan Wali Kota Yogyakarta No. 53 Tahun 2017). Penggunaan sistem struktur pelat flat slab tidak memerlukan ruang yang lebih banyak dibanding dengan sistem struktur beton konvensional, sehingga flat slab dapat menjadi solusi dalam penghematan tinggi bangunan. Pada perancangan ini, gedung yang digunakan memiliki 11 lantai yang difungsikan sebagai apartemen dan condotel dengan tinggi gedung 24,74 m. Gedung akan dimodifikasi dengan sistem struktur pelat flat slab dan kemudian akan dibandingkan dengan gedung existing untuk mengetahui perbedaan kebutuhan tulangan, volume beton, analisa gempa, dan penghematan ruang yang terjadi. Gedung dirancang menggunakan sistem ganda dengan rangka pemikul momen khusus. Elemen yang dirancang adalah pelat, balok, kolom, dan dinding geser dengan tulangan BJTD 400 MPa menggunakan program bantu ETABS. Hasil perancangan struktur berupa dimensi dan penulangan yaitu tebal pelat 200 mm, tebal drop panel 150 mm, dimensi balok B1 (700 200 mm2), dimensi kolom yang digunakan adalah tiga tipe, K1 (800 700 mm2), K2 (800 600 mm2), K3 (800 400 mm2), dan ketebalan dinding geser yang digunakan adalah SW1 450 mm dan SW2 400 mm. Tulangan yang digunakan bervariasi mulai dari D10 hingga D22. Hasil analisis gempa, perbandingan hasil waktu getar, simpangan total, maupun simpangan antar lantai menunjukan gedung existing menghasilkan nilai yang lebih kecil dibandingkan dengan gedung dengan sistem struktur pelat flat slab.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: flat slab, drop panel, balok, kolom, dinding geser, torsi, displacement, story drift
Subjects: Sipil > Struktur
Sipil > Struktur
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 02 Nov 2021 14:15
Last Modified: 02 Nov 2021 14:15
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/25196

Actions (login required)

View Item View Item