PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS MIX MODIFIED SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING DUA TAHAP UNTUK AREA TERSEGMENTASI

ADRIANATA, MARIA FRANSISCA DIANA (2021) PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS MIX MODIFIED SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING DUA TAHAP UNTUK AREA TERSEGMENTASI. S1 thesis, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (MARIA FRANSISCA DIANA ADRIANATA)
16 06 08936_0.pdf

Download (572kB) | Preview
[img]
Preview
Text
16 06 08936_1.pdf

Download (114kB) | Preview
[img]
Preview
Text
16 06 08936_2.pdf

Download (931kB) | Preview
[img] Text
16 06 08936_3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (231kB)
[img] Text
16 06 08936_4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (995kB)
[img] Text
16 06 08936_5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (463kB)
[img] Text
16 06 08936_6.pdf
Restricted to Registered users only

Download (664kB)
[img] Text
16 06 08936_7.pdf
Restricted to Registered users only

Download (995kB)
[img] Text
16 06 08936_8.pdf
Restricted to Registered users only

Download (260kB)
[img]
Preview
Text
16 06 08936_9.pdf

Download (8MB) | Preview

Abstract

Badan Penelitian Teknologi Tepat Guna (BPTTG) merupakan badan jasa pelayanan teknologi tepat guna sekaligus sebagai lembaga pelayanan dalam memenuhi kebutuhan Industri Kecil Menengah (IKM). Pelayanan diberikan oleh BPTTG berupa jasa perbengkelan, jasa pembuatan kemasan dan pengemasan, jasa perancangan rekayasa, dan jasa konsultasi. BPTTG telah menghasilkan beberapa alat tepat guna (ATG) untuk memenuhi kebutuhan industri kecil. Peningkatan kebutuhan pelayanan yang terjadi, maka pihak BPTTG menambahkan fasilitas mesin sehingga mempengaruhi penempatan mesin. Penempatan penambahan mesin diletakkan apabila terdapat area kosong. Keinginan BPTTG untuk merombak fasilitas workshop dikarenakan aliran produksi yang sudah tidak efisien. Penempatan fasilitas diharapkan mampu menyesuaikan aktivitas produksi yang melayani berbagai macam jenis ATG. Permintaan pengerjaan sebuah ATG sering menggunakan operasi mengukur, memotong, menekuk, dan mengelas yang dikerjakan berturut-turut pada area kerja pengukuran, mesin plat otomatis, area kerja gerinda, mesin bending manual, dan area kerja las. Perancangan tata letak fasilitas di workshop BPTTG akan dilakukan secara dua tahap. Perancangan tahap satu akan mengelompokkan terlebih dahulu mesin yang sering dikerjakan pada area khusus menjadi departemen gabungan. Kemudian, tahap dua merupakan gabungan antara area khusus dengan mesin individual lainnya menjadi departemen keseluruhan. Pada penelitian ini, perancangan tata letak fasilitas menggunakan prosedur metode Mix Modified Systematic Layout Planning Dua Tahap (MMSLP2). Metode MMSLP2 merupakan campuran referensi dari Muther (2015), Francis, dkk (1991), dan Stephens & Meyers (2013). Penelitian ini menghasilkan departemen gabungan yang melingkupi mesin yang sering dikerjakan memiliki luas sebesar 78,87 m2. Perbaikan untuk mengeliminasi permasalahan aliran perpindahan dengan menggeser mesin gerinda dan meletakkan di samping mesin drilling. Total jarak awal sebesar 485.37 m dengan perolehan total hasil alternatif konstruksi terrendah sebesar 113.75 m sehingga terjadi pengurangan sebesar 371.62 m. Perbandingan jarak layout lama dengan layout baru memperoleh persentase sebesar 23%. Melalui metode MMSLP2, pengembangan tata letak secara keseluruhan menghasilkan jarak sebesar 113,75 m. Hasil konstruksi departemen keseluruhan yang terbentuk setelah disesuaikan dengan enam belas ATG telah meminimumkan aliran yang berpotongan dan beralur balik.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Systematic Layout Planning, perancangan tata letak, MMSLP2, layout.
Subjects: Teknik Industri > Sistem Kerja
Divisions: Fakultas Teknologi Industri > Teknik Industri
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 03 Jan 2022 09:04
Last Modified: 03 Jan 2022 09:04
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/26122

Actions (login required)

View Item View Item