STRATEGI BERTAHAN HIDUP BURUH GENDONG DI PASAR BERINGHARJO TIMUR PADA MASA PANDEMI COVID-19

ARYATAMA, SULTAN (2022) STRATEGI BERTAHAN HIDUP BURUH GENDONG DI PASAR BERINGHARJO TIMUR PADA MASA PANDEMI COVID-19. S1 thesis, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.

[img] Text (SULTAN ARYATAMA)
171006304 0.pdf

Download (1MB)
[img] Text
171006304 1.pdf

Download (756kB)
[img] Text
171006304 2.pdf

Download (1MB)
[img] Text
171006304 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (921kB)
[img] Text
171006304 4.pdf

Download (959kB)

Abstract

Dengan penambahan kasus yang cukup tinggi yaitu menyentuh 1.788 kasus baru perhari di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Hal tersebut mendorong peneliti untuk melakukan penelitian dengan melihat bagaimana deskripsi dampak penerapan peraturan Covid-19 pada aktivitas buruh gendong di Pasar Beringharjo Timur, serta bagaimana deskripsi strategi bertahan hidup para buruh gendong di Pasar Beringharjo Timur pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif, selanjutnya pada teknik analisis data, peneliti mengkombinasikan penggunaan konsep strategi bertahan hidup yang diperkenalkan oleh James C.Scott, dengan konsep “The Aset Vulnerability Framework” yang dikemukakan oleh Moser. Berdasarkan hasil penelitian oleh peneliti, bahwa pada saat pandemi Covid-19 Pasar Beringharjo Timur tidak menerapkan penutupan sementara. Akan tetapi, Pasar Beringharjo Timur tetap menerapkan social distancing, mewajibkan pemakaian masker, serta melarang kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan di pasar. Menurut penuturan dari keempat informan buruh gendong, Pasar Beringharjo Timur tampak sepi dibandingkan pada saat sebelum adanya pandemi Covid-19, hal itu berdampak terhadap menurunya pelanggan yang memakai jasa dari buruh gendong, serta banyaknya kios pedagang yang tutup, hal itu membuat keempat informan buruh gendong merasa kesulitan dalam mendapatkan pelanggan mendapatkan pelanggan. berbagai strategi bertahan hidup yang diterapkan oleh buruh gendong yaitu: 1) Strategi alternatif penghasilan, dengan bekerja menjaga toko pedagang di Pasar Beringharjo Timur dan menjual anak ayam di Kulon Progo, 2) Strategi menghemat pengeluaran, dengan mengurngi pola makan dan menurunkan mutu makanan, serta menghemat biaya pengeluaran sehari-hari, 3) Strategi jaringan sosial, dengan menjalin hubungan baik dengan teman dan kelompok paguyuban YASANTI untuk saling membantu satu sama lain. Sejalan dengan strategi tersebut, buruh gendong juga terbantu dengan beragam aset yang mereka miliki yaitu terbantu oleh suami dan anak mereka untuk mendapatkan penghasilan keluarga, memperoleh beragam bantuan kesehatan dari YASANTI serta Ibu Suyati, memiliki rumah tetap permanen di Kulon Progo, memiliki hubungan yang baik dengan keluarga untuk saling berbagi peran, serta mempunyai hubungan yang baik dengan kelompok sosial dan paguyuban guna membantu meredam kesulitan mereka. Hal tersebut dapat setidaknya mengurangi kerentanan mereka ketika mengalami suatu krisis seperti pandemi Covid-19 ini.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Buruh Gendong, Pasar Beringharjo Timur, Konsep Strategi Bertahan Hidup James C.Scott, The Aset Vulnerability Framework oleh Moser.
Subjects: Sosiologi > Business
Divisions: Fakultas ISIP > Sosiologi
Depositing User: Editor 6 uajy
Date Deposited: 24 May 2022 13:03
Last Modified: 24 May 2022 13:03
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/26921

Actions (login required)

View Item View Item