PENGARUH STABILISASI ABU DAUN BAMBU DAN SEMEN TERHADAP KEMBANG SUSUT (SWELLING) TANAH LEMPUNG EKSPANSIF

WIJAYA, WILLIAM (2021) PENGARUH STABILISASI ABU DAUN BAMBU DAN SEMEN TERHADAP KEMBANG SUSUT (SWELLING) TANAH LEMPUNG EKSPANSIF. Jurnal Teknik Sipil, 16 (2). pp. 105-112. ISSN 1411-660X

[img]
Preview
Text (William Wijaya)
PENGARUH STABILISASI ABU DAUN BAMBU DAN SEMEN.pdf

Download (225kB) | Preview

Abstract

Tanah lempung merupakan salah satu jenis tanah yang tersebar di sebagian besar wilayah Indonesia. Tetapi tanah ini memiliki beberapa sifat yang merugikan. Sifat tersebut memiliki daya dukung yang relatif rendah pada kondisi jenuh air, kembang susut yang tinggi, serta plastisitas yang tinggi. Beberapa metode dilakukan untuk memperbaiki tanah lempung, salah satunya dengan melakukan stabilisasi tanah. Salah satu cara stabilisasi tanah yaitu menambahkan bahan pozzolan seperti semen dan abu daun bambu. Tujuan dari penambahan ini untuk mengurangi salah satu sifat merugikan tanah lempung ekspansif yaitu kembang susut (swelling) yang tinggi. Penelitian ini terfokus pada hasil pengujian kembang susut (swelling) yang menggunakan alat uji oedometer dan dilakukan dengan menggunakan 6 varian sampel yang menggunakan semen dengan persentase 12% dari massa kering tanah dan abu daun bambu dengan persentase 0%, 25%, 50%, 75%, 100% dari berat total semen yang digunakan. Sebelum melakukan penelitan inti, dilakukan penelitian pendahuluan yaitu pemeriksaan nilai parameter tanah asli, kandungan mineral tanah asli, dan kandungan senyawa bahan pozzolan yaitu abu daun bambu. Hasil dari penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa sampel tanah asli termasuk kelompok tanah lempung berplastisitas tinggi (CH) dan memiliki potensi kembang susut yang tinggi. Hasil dari kandungan senyawa kimia bahan pozzolan yaitu abu daun bambu memiliki senyawa SiO 2 dengan persentase 79,68%. Senyawa tersebut berperan penting dalam stabilisasi tanah menggunakan bahan pozzolan. Berdasarkan hasil dari pengujian kembang susut tanah (swelling), penggunaan semen dan abu daun bambu sebagai bahan stabilisasi berhasil menurunkan nilai kembang susut tanah dari 15,71% menjadi 4,33% pada sampel variasi S100ADB0 dan 6,07% pada sampel S75ADB25

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: lempung ekspansif, swelling, stabilisasi tanah, abu daun bambu, semen
Subjects: Sipil > Manajemen Konstruksi
Sipil > Manajemen Konstruksi
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Depositing User: Editor 3 uajy
Date Deposited: 06 Jul 2022 08:32
Last Modified: 06 Jul 2022 08:32
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/27017

Actions (login required)

View Item View Item