PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEREMPUAN SEBAGAI KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI MEDIA SOSIAL

Akhiruly, Prima (2022) PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEREMPUAN SEBAGAI KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI MEDIA SOSIAL. S1 thesis, Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (Prima Akhiruly)
180513184_Bab 0.pdf

Download (499kB) | Preview
[img]
Preview
Text
180513184_Bab 1.pdf

Download (501kB) | Preview
[img] Text
180513184_Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (503kB)
[img]
Preview
Text
180513184_Bab 3.pdf

Download (329kB) | Preview

Abstract

Perlindungan hukum bagi anak korban kejahatan seksual sebagai bagian dari hak asasi manusia akan diakui dan dilindungi dalam berbagai bentuknya sebagai individu dan makhluk sosial. Hal ini disebabkan karena bentuk kekerasan seksual di era digital semakin meningkat sering dengan majunya perkembangan teknologi. Pihak yang menyalahgunakan perkembangan teknologi tersebut hingga pada akhirnya merugikan beberapa pihak dan menyebabkan jatuhnya korban. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif, Hasil dari Penelitian ini pertama, bahwa hukum positif perlindungan korban saat ini telah mengatur masalah kekerasan seksual, namun belum sepenuhnya memahaminya. Dikarenakan payung hukum yang ada dirasa belum cukup mengakomodir untuk pemenuhan hak-hak korban yang mengalami kekerasan seksual di media sosial.Selama ini perlindungan hukum bagi korban kekerasan seksual hanya UU ITE, UU Pornografi, dan UU Perlindungan Korban dan Saksi. Dukungan dalam perawatan psikologis dan sosial, serta perlindungan hukum, sangat penting dalam memungkinkan korban dan mereka yang terkena dampak untuk kembali ke keadaan semula dan menangani masalah mereka.Kedua, Kekerasn seksual yang dilakukan secara eksplisit dapat berupa Berbagi gambar atau video porno tanpa persetujuan; Eksploitasi dan pengancaman; Penindasan Seksual; Komentar berbau seksual; Pendekatan untuk memperdaya (cyber grooming): Peretasan (hacking); Konten ilegal (illegal content); Pelanggaran privasi (infringement of privacy); Pencemaran nama baik (online defamation);dan Rekrutmen online (online recruitment). Sedangkan Kekerasan seksual implisit dapat dikomunikasikan secara langsung atau tidak langsung melalui pernyataan yang menghina tentang seksualitas atau lelucon berorientasi seksual, permintaan bantuan seksual dari pelaku, dan kata-kata atau perilaku yang berkonotasi seksual.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Perlindungan Hukum, Bentuk Kekerasan Seksual, Media Sosial.
Subjects: Ilmu Hukum > Peradilan dan Penyelesaian Sengketa Hukum
Divisions: Fakultas Hukum > Program Studi Ilmu Hukum
Depositing User: Editor 3 uajy
Date Deposited: 16 Nov 2022 13:45
Last Modified: 16 Nov 2022 13:45
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/27950

Actions (login required)

View Item View Item