GRIYA PERNIKAHAN DI YOGYAKARTA YANG MENUNJUKKAN KEKHASAN TRADISIONAL JAWA MELALUI PENDEKATAN KARAKTER DALAM ARSITEKTUR JAWA DAN ETNIK

SHINTA, MARIA GITA DAMAR (2009) GRIYA PERNIKAHAN DI YOGYAKARTA YANG MENUNJUKKAN KEKHASAN TRADISIONAL JAWA MELALUI PENDEKATAN KARAKTER DALAM ARSITEKTUR JAWA DAN ETNIK. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0TA11861.pdf

Download (222Kb)
[img] Text (Bab I)
1TA11861.pdf

Download (169Kb)
[img] Text (Bab II)
2TA11861.pdf

Download (403Kb)
[img] Text (Bab III)
3TA11861.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2414Kb)
[img] Text (Bab IV)
4TA11861.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1524Kb)
[img] Text (Bab V)
5TA11861.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1137Kb)
[img] Text (Bab VI)
6TA11861.pdf

Download (502Kb)

Abstract

Pernikahan merupakan sesuatu yang sudah ada sejak dulu dan menjadi tradisi khusus dalam kehidupan manusia. Sampai saat ini, pernikahan masih dianggap sebagai sesuatu yang sakral, yang tentu saja tidak ingin dilupakan seumur hidup. Di Indonesia sendiri, budaya pernikahan itu beraneka ragam. Ada yang masih memakai adat tradisional tetapi ada juga yang memilih memakai budaya Barat (internasional). Pengaruh Barat ini disebabkan oleh masuknya penjajah ke Indonesia. Sehingga membawa dampak terhadap perkembangan budaya masyarakat Yogyakarta. Tetapi, dengan masuknya pengaruh budaya Barat tersebut, tidak merubah semua gaya hidup masyarakat Yogyakarta. Yogyakarta masih tetap menjunjung tinggi nilai-nilai adat-istiadat daerah Jawa. Yogyakarta dikenal sebagai pusat kebudayaan Jawa dengan kekayaan warisan budayanya. Sehingga masyarakat asli Yogyakarta masih banyak yang tetap memilih menggunakan adat tradisional Jawa untuk acara pernikahan mereka walaupun lebih rumit dan terkesan merepotkan. Walaupun begitu, seiring dengan berkembangnya zaman, pasti akan terjadi proses pergeseran kebudayaan di kota Yogyakarta,. Bila dibiarkan begitu saja, cepat lambat akan menyebabkan punahnya kebudayaan yang ada di Yogyakarta tersebut. Yogyakarta, sebagai kota pariwisata kedua setelah Bali jelas mempunyai nilai jual yang tinggi sehingga dapat dijadikan salah satu ikon pariwisata di Indonesia yang dapat digunakan untuk mengenalkan ke-khas-an kebudayaan tradisional yang ada di Yogyakarta kepada kalangan domestik maupun mancanegara sehingga keberadaannya tidak akan lekang dimakan waktu.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Arsitektur > Lingkungan Kawasan
Penelitian Dosen > Arsitektur > Lingkungan Kawasan
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Arsitektur
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 11 Jul 2013 13:13
Last Modified: 11 Jul 2013 13:13
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/2980

Actions (login required)

View Item View Item