PENGARUH POLY ETHYLENE SEBAGAI ADDITIVE TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL PADA HOT ROLLED SHEET-B (HRS-B)

MULYO, ARYADHI SUKRATI (2009) PENGARUH POLY ETHYLENE SEBAGAI ADDITIVE TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL PADA HOT ROLLED SHEET-B (HRS-B). S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0TS11696.pdf

Download (193Kb)
[img] Text (Bab I)
1TS11696.pdf

Download (57Kb)
[img] Text (Bab II)
2TS11696.pdf

Download (66Kb)
[img] Text (Bab III)
3TS11696.pdf
Restricted to Registered users only

Download (95Kb)
[img] Text (Bab IV)
4TS11696.pdf
Restricted to Registered users only

Download (799Kb)
[img] Text (Bab V)
5TS11696.pdf
Restricted to Registered users only

Download (254Kb)
[img] Text (Bab V)
6TS11696.pdf

Download (291Kb)

Abstract

Hot Rolled Sheet (HRS) atau biasa disebut Lataston (Lapis Tipis Aspal Beton) merupakan lapis aus permukaan atau non struktural yang terdiri atas campuran antar aspal dan agregat bergradasi timpang (gap graded) dengan perbandingan tertentu yang dicampur, dihamparkan, dipadatkan dalam kondisi campuran masih panas (hot mix). Penggunaan HRS sebagai lapis atas suatu perkerasan di Indonesia yang kondisi bahan batuan, bitumen dan iklim yang berbeda dengan negara asal HRA, ternyata banyak menimbulkan masalah. Permasalahan tersebut misalnya naiknya aspal ke permukaan jalan (bleeding) dan terbentuknya alur bekas roda (rutting) yang akhirnya menurunkan tahanan gesek (skid resistance). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku karakteristik Marshall yang menggunakan Poly Ethylene sebagai additive dan dibandingkan dengan yang tidak menggunakan Poly Ethylene sebagai addictive pada campuran aspal Hot Rolled Sheet-B (HRS-B). Pada penelitian kali ini yang ditinjau adalah pengaruh penambahan poly ethylenesebagai additive terhadap karakteristik Marshall seperti density, VITM (Void In The Mix), VFWA (Void Filled With Asphalth), flow, stabilitas dan Marshall Quotient (QM). Penelitian dilaksanakan dengan melakukan pengujian Marshall pada beberapa variasi benda uji yang dibuat. Penambahan poly ethylene sebagai additive pada benda uji mendapatkan kadar aspal optimum adalah pada variasi poly ethylene 0% dan 3% didapat kadar aspal optimum 6,75%, variasi poly ethylene 6% dan 9% didapat kadar aspal optimum 6,25%, variasi poly ethylene 12% dan 15% didapat kadar aspal optimum 6 %. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa penggunaan poly ethylene sebagai bahan tambah cenderung menaikkan kualitas perkerasan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa bahan-bahan tersebut dapat digunakan sebagai bahan perkerasan Hot Rolled Sheet-B.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: HRS-B, karakteristik Marshall, additive, poly ethylene,kadar aspal optimum
Subjects: Sipil > Struktur
Sipil > Struktur
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 15 Jul 2013 13:46
Last Modified: 15 Jul 2013 13:46
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/3054

Actions (login required)

View Item View Item