PENGARUH SUHU PEMBAKARAN TERHADAP KUAT TEKA BETON PASCA BAKAR DENGAN SUBTITUSI SEBAGIAN SEMEN OLEH FLY ASH DAN PENAMBAHAN WATER REDUCING HIGH RANGE

Manggolo, Sabdo Tri (2013) PENGARUH SUHU PEMBAKARAN TERHADAP KUAT TEKA BETON PASCA BAKAR DENGAN SUBTITUSI SEBAGIAN SEMEN OLEH FLY ASH DAN PENAMBAHAN WATER REDUCING HIGH RANGE. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0TS13248.pdf

Download (1330Kb)
[img] Text (Bab I)
1TS13248.pdf

Download (58Kb)
[img] Text (Bab II)
2TS13248.pdf

Download (70Kb)
[img] Text (Bab III)
3TS13248.pdf
Restricted to Registered users only

Download (295Kb)
[img] Text (Bab IV)
4TS13248.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1248Kb)
[img] Text (Bab V)
5TS13248.pdf
Restricted to Registered users only

Download (254Kb)
[img] Text (Bab VI)
6TS13248.pdf

Download (114Kb)

Abstract

Penggunaan fly ash yang memiliki silica aktif sebesar 70% sebagai subtitusi 20% semen bertujuan untuk meningkatkan kestabilan beton pada temperatur tinggi karena pozzolan yang mengandung silica aktif yang ditambahkan pada pasta semen dapat bereaksi dengan kalsium hidroksida yang dapat membuat beton lebih stabil dalam suhu tinggi. Penggunaan Sikament LN 0,6% bertujuan untuk menekan FAS (faktor air semen) sehingga porositas beton akan semakin kecil dan beton yang dihasilkan akan semakin padat dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. Atas dasar hal tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kuat tekan beton dengan fly ash + sikament LN setelah terbakar di bandingkan dengan kuat tekan beton normal setelah terbakar. Benda uji yang dibuat pada penelitian ini sebanyak 15 buah untuk beton normal (BN) dan 15 buah untuk beton dengan fly ash + sikament LN (BFS) (dengan rincian (BN) dan (BFS) tidak dibakar masing-masing 6 buah , (BN) dan (BFS) dibakar dengan suhu 200°C, 400°C, 500°C masing-masing 3 buah untuk setiap suhu). Sampel benda uji ini dibakar selama 1 jam untuk setiap variasi suhu pada umur 56 hari dan kemudian akan diuji kuat tekannya. Perencanaan yang digunakan untuk adukan beton dengan metode SNI T-15-1990-03 dengan perancanaan kuat tekan 25 Mpa, faktor air semen (FAS) 0,49 untuk beton normal dan 0,46 untuk beton fly ash + sikament LN dan kadar subtitusi fly ash digunakan kadar optimum sebesar 20%. Benda uji yang digunakan berbentuk silinderdengan diameter ±150 mm dan tinggi ±300 mm. Beton fly ash + sikament LN pada umur 28 hari mengalami peningkatan kuat tekan sebesar 17.03% dibanding beton normal, sedangkan beton fly ash + sikament LN pada umur 56 hari mengalami peningkatan kuat tekan sebesar 21,76% dibanding beton normal. Beton normal yang dibakar pada suhu 200°C, 400°C, dan 500°C mengalami penurunan kuat tekan secara berturut-turut sebesar 4,03%, 11,71%, 22,03% sedangkan beton fly ash + sikament LN yang dibakar pada suhu 200°C, 400°C, dan 500°C mengalami penurunan kuat tekan secara berturut-turut sebesar 8,64%, 10,96%, 14,37%. Beton fly ash + sikament LN memiliki kuat tekan yang lebih tinggi setelah mengalami kebakaran sehingga jika digunakan untuk material konstruksi akan lebih aman jika terjadi kebakaran dibandingakan konstruksi yang menggunakan beton normal

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Fly Ash, Sikament LN, Kuat Tekan Beton, Beton Pasca Bakar
Subjects: Sipil > Struktur
Sipil > Struktur
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 24 Jul 2013 10:52
Last Modified: 24 Jul 2013 10:52
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/3335

Actions (login required)

View Item View Item