PENGARUH PEMBEBANAN TERHADAP WAKTU PENURUNAN PADA PERBAIKAN TANAH LUNAK DENGAN METODE ELEKTROKINETIK

Sambara, Eda Febrianto (2013) PENGARUH PEMBEBANAN TERHADAP WAKTU PENURUNAN PADA PERBAIKAN TANAH LUNAK DENGAN METODE ELEKTROKINETIK. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0TS13176.pdf

Download (700Kb)
[img] Text (Bab I)
1TS13176.pdf

Download (138Kb)
[img] Text (Bab II)
2TS13176.pdf

Download (132Kb)
[img] Text (Bab III)
3TS13176.pdf
Restricted to Registered users only

Download (568Kb)
[img] Text (Bab IV)
4TS13176.pdf
Restricted to Registered users only

Download (394Kb)
[img] Text (Bab V)
5TS13176.pdf
Restricted to Registered users only

Download (829Kb)
[img] Text (Bab VI)
6TS13176.pdf

Download (2367Kb)

Abstract

Suatu konstruksi yang berada di atas tanah lunak akan menemui masalah terutama berkaitan dengan besarnya penurunan yang akan terjadi setelah sebuah konstruksi didirikan diatasnya. Hal ini disebabkan karena tingginya kadar air dalam tanah yang dapat menyebabkan hilangnya lekatan antar butiran tanah sehingga daya dukungnya menjadi rendah dan penurunannya besar. Meskipun kerusakan yang diakibatkan tidak bersifat mendadak dan langsung namun kerugian secara materi yang diakibatkan akan cukup besar, oleh karena itu perlu diadakannya perbaikan tanah. Pada penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki tanah lempung lunak dengan menggunakan metode elektrokinetik. Elektrokinetik adalah suatu metode perbaikan tanah dengan cara memberi tegangan beda potensial pada elektroda anoda (kutub positif) dan elektroda katoda (kutub negatif) yang ditanam di tanah untuk memperbaiki karakteristik geoteknik dari tanah lunak. Pada penelitian ini variabel yang digunakan besar voltase sebesar 12 volt dan 24 volt yang masing-masing voltase diberi beban sebanyak 3 kali yaitu 0,75 ton/m2, 1,25 ton/m2dan 1,8 ton/m2.Variasi jarak elektroda yang dipakai adalah 60 cm.. Parameter yang diuji sebagai pembanding adalah kuat geser tanah dan kadar air tanah serta besar dan cepat penurunan. Parameter tanah sebelum proses elektrokinetik di bandingkan dengan parameter setelah proses elektrokinetik. Titik uji setelah proses elektrokinetik diambil pada 10 cm dan 20 cm dari titik anoda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode elektrokinetik pada tanah lunak yang diberi tegangan 24 volt terbukti lebih baik daripada 12 volt dan tanpa elektrokinetik. Hal ini ditunjukkan dengan memiliki penurunan yang lebih cepat, dapat menurunkan nilai kadar air sampai dengan 6,84 %, dan dapat meningkatkan kuat geser tanah sampai dengan 4,22 kali dari kondisi awalnya.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: perbaikan tanah lempung lunak, metode elektrokinetik, elektrolisis
Subjects: Sipil > Struktur
Sipil > Struktur
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 24 Jul 2013 11:27
Last Modified: 24 Jul 2013 11:27
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/3337

Actions (login required)

View Item View Item