RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

GUNARSO, RENDRA (2010) RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0TA12638.pdf

Download (470Kb)
[img] Text (Bab I)
1TA12638.pdf

Download (400Kb)
[img] Text (Bab II)
2TA12638.pdf

Download (687Kb)
[img] Text (Bab III)
3TA12638.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1429Kb)
[img] Text (Bab IV)
4TA12638.pdf
Restricted to Registered users only

Download (449Kb)
[img] Text (Bab V)
5TA12638.pdf
Restricted to Registered users only

Download (9Mb)
[img] Text (Bab VI)
6TA12638.pdf

Download (2215Kb)

Abstract

Berdasarkan pengelompokan pelaku pada Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP), ada beberapa permasalahan desain yang terjadi di dalam rumah sakit baik secara fisik maupun psikis yang berujung kepada ketidaknyamanan. Para dokter koas mengharapkan kenyamanan fisik melalui ruang kerja praktek yang ergonomis serta ruang praktek yang komunikatif secara visual sehingga membuat dokter koas secara tidak langsung mendapatkan kenyamanan psikis karena merasa di didampingi oleh dokter atau dosennya. Di sisi lain pasien juga mendapatkan kenyamanan psikis karena tidak perlu di tangani lebih dari satu orang dokter yang mengerubungi pasien secara langsung sehingga pasien merasa menjadi objek pembelajaran. Yang membedakan Rumah Sakit biasa dengan Rumah Sakit pendidikan terletak pada fasilitas Rumah Sakit yang mampu mengakomodasi Sarjana Kedokteran untuk berpraktik setelah menempuh pendidikan kedokteran. Oleh karena itu ruang-ruang yang akan digunakan oleh Dokter Koas dalam berpraktek menjadi ruang yang penting. Ruang Praktik Dokter Koas pada proses pendidikan Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menjadi ruang yang multi aktivitas, selain menjadi tempat berpraktik untuk menangani pasien secara langsung ruang ini juga bisa menjadi tempat untuk berkonsultasi antara pasien dengan dokter koas. Pada kasus-kasus tertentu (dalam hal ini kasus penyakit gigi dan mulut) dokter koas juga sesekali membutuhkan komunikasi dengan sesama Dokter Koas bahkan dengan Dokter Senior untuk menjawab keraguan dalam berpraktik sehingga kecepatan dan ketepatan menangani pasien dapat terlaksana. Penerapan elemen desain interior sebagai penunjang aktivitas, pembentuk karakter dan kualitas ruang di dukung dengan pemilihan warna yang baik pada ruang, sentuhan seni dan sentuhan nature as healer sebagai Healing Design atau pendekatan Healing Environment sebagai acuan membentuk lingkungan rumah sakit yang nyaman serta menciptakan tatanan ruang dalam lengkap dengan elemen-elemen fungsional interiornya sehingga mampu memberikan kenyamanan fisik dan psikis pada pasien maupun dokter koas serta mampu mengakomodasi proses pembelajaran para dokter koas

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: RSGMP, kenyamanan fisik, kenyamanan psikis, Healing Design.
Subjects: Arsitektur > Bangunan Arsitektural
Penelitian Dosen > Arsitektur > Bangunan Arsitektural
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Arsitektur
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 25 Jul 2013 10:01
Last Modified: 25 Jul 2013 10:01
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/3344

Actions (login required)

View Item View Item