PENGARUH BUDAYA KONSERVATISME TERHADAP MANAJEMEN LABA: TATA KELOLA PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI (2023)

Purwaningsih, Anna PENGARUH BUDAYA KONSERVATISME TERHADAP MANAJEMEN LABA: TATA KELOLA PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI (2023). [Research] (Unpublished)

[img] Text (Anna Purwaningsih)
Laporan Akhir Penelitian Perorangan Dr. Anna Puwaningsih.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena adanya hasil penelitian mengenai praktik manajemen laba yang tidak konsisten antara negara satu dengan yang lain, baik saat sebelum maupun sesudah terbitnya Sarbanes Oxley Act. Oleh karena itu peneliti menduga bahwa hasil penelitian yang tidak konsisten tersebut disebabkan oleh adanya perbedaan budaya nasional. Oleh karena itu, peneliti memasukkan budaya nasional, yaitu budaya konservatisme, ke dalam model penelitian untuk memprediksi praktik manajemen laba yang terjadi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya konservatisme terhadap praktik manajemen laba, baik praktik manajemen laba akrual maupun manajemen laba riil. Selain itu, penelitian ini juga meneliti apakah tata kelola perusahaan berpengaruh terhadap hubungan antara budaya konservatisme dan manajemen Sampel penelitian adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di sebelas negara Asia Pasifik dari tahun 2010 sampai dengan 2019, yaitu Singapura, Hong Kong (China), China, Taiwan (Chinese Taipei), Malaysia, Thailand, Korea Selatan, Jepang, Indonesia, India, dan Australia. Data terbaru yang digunakan adalah data tahun 2019 karena tahun tersebut merupakan tahun terakhir sebelum munculnya Covid 19. Peneliti tidak menggunakan data saat Covid 19 terjadi karena dimungkinkan data tidak setara, akibat kondisi pandemi tersebut. Data penelitian diambil dari database Bloomberg dan Thomson Reuters. Penelitian ini menggunakan data panel dan model common effect. Pengujian hipotesis menggunakan Regresi Linear Berganda. Variabel independen dalam penelitian ini adalah nilai budaya. Nilai budaya yang digunakan dalam penelitian ini adalah budaya konservatisme. Variabel dependen penelitian ini adalah manajemen laba akrual dan manajemen laba riil. Variabel manajemen laba akrual diproksikan dengan model Jones modifikasian secara cross-sectional. Manajemen laba riil diproksikan dengan indeks manajemen laba riil yang dikembangkan Roychowdury, yaitu melalui tiga manipulasi, yaitu manipulasi pada CFO, produksi berlebihan untuk menurunkan beban pokok penjualan/COGS, dan pengurangan pengeluaran diskresioner. Variabel pemoderasi penelitian ini adalah variabel tata kelola perusahaan. Variabel tata kelola perusahaan diukur dengan indeks tata kelola dari database Thomson Reuters. Variabel kontrol penelitian ini adalah adopsi IFRS, sistem hukum (legal system), ukuran perusahaan, utang perusahaan (leverage), tipe auditor, dan tahun. Hasil penelitian memberikan bukti empiris sebagai berikut, pertama, budaya konservatisme berpengaruh positif terhadap manajemen laba akrual dan riil. Kedua, tata kelola perusahaan memperkuat hubungan antara budaya konservatisme dan manajemen laba akrual dan riil. Luaran penelitian ini adalah jurnal internasional terindeks Scopus, yaitu International Journal of Monetary Economics and Finance (IJMEF). TKT untuk penelitian ini adalah 3.

Item Type: Research
Uncontrolled Keywords: Konservatisme; Manajemen Laba Akrual; Manajemen Laba Riil; Tata Kelola Perusahaan
Subjects: Akuntansi > Akuntansi Manejemen
Divisions: Fakultas Ekonomi > Akuntansi
Depositing User: Editor 3 uajy
Date Deposited: 18 Mar 2025 15:51
Last Modified: 18 Mar 2025 15:51
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/33831

Actions (login required)

View Item View Item