BALOK BETON DENGAN TULANGAN TARIK BAJA SIKU

HARTONO, KOMANG BUDI (2010) BALOK BETON DENGAN TULANGAN TARIK BAJA SIKU. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0TS11615.pdf

Download (1135Kb)
[img] Text (Bab I)
1TS11615.pdf

Download (157Kb)
[img] Text (Bab II)
2TS11615.pdf

Download (274Kb)
[img] Text (Bab III)
3TS11615.pdf
Restricted to Registered users only

Download (184Kb)
[img] Text (Bab IV)
4TS11615.pdf
Restricted to Registered users only

Download (219Kb)
[img] Text (Bab V)
5TS11615.pdf
Restricted to Registered users only

Download (552Kb)
[img] Text (Bab VI)
6TS11615.pdf

Download (1415Kb)

Abstract

Baja adalah salah satu bahan yang penting dalam dunia konstruksi. Profil yang digunakan sebagai struktur utama (kolom dan balok) dalam suatu bangunan pada umumnya memakai profil hasil bentukan panas (hot rolled shapes). Profil hasil bentukan dingin (cold formed shapes) biasanya hanya digunakan sebagai gording dan rangka atap. Salah satu produk profil hasil bentukan panas ialah profil WF, sedangkan untuk bentukan dingin ialah profil L. Penelitian ini menggunakan profil L (Siku) yang akan digunakan sebagai pengganti tulangan tarik pada Balok. Panjang Balok adalah 2000 mm dan berdimensi tinggi (h) = 200mm dan lebar (b) = 150mm. Profil L yang digunakan ada dua jenis yaitu L1 dimensi : 30x30x2,3mm dan L2 dimensi : 23x23x1,9mm. Benda uji yang dibuat 3 buah untuk masing-masing tulangan profil L. Pada tulangan tarik profil L tidak menggunakan begel tetapi hanya menggunakan pengaku tulangan berdiameter 6mm di ujung-ujung profil L saja dengan menggunakan Las untuk pelekatannya. Balok tersebut akan ditinjau kuat lenturnya pada pusat defleksi maksimum (tengah bentang). Data yang diperoleh berupa data defleksi balok dan beban yang dicapai oleh balok bertulangan tarik baja sku. Hasil penelitian yang diperoleh adalah Beban maksimum rata-rata pada balok beton baja profil L1 adalah 40,3369 kN dan hal ini melebihi dari perhitungan teoritis yaitu 26 kN. Defleksi maksimum yang dapat dicapai sebesar 10,82 mm pada beban maksimum. Balok mengalami defleksi sehingga menyebabkan terjadinya retakan yang sering disebut retakan lentur. Pada pengujian balok beton dengan baja profil L1 (30x30x2,3mm) beban maksimum yang mampu ditahan sebesar 40,3369 kN dengan Defleksinya 10,82 mm, sedangkan balok beton dengan baja profil L2 (23x23x1,9mm) beban maksimum yang mampu ditahan sebesar 34,144 kN dengan Defleksinya 5,92 mm. Dengan demikian balok beton dengan baja profil L1 lebih kuat menahan beban namun lemah pada defleksi lenturnya dikarnakan fy baja profil L1 lebih kecil dibandingkan profil L2, sehinggga defleksi yang terjadi pada profil L2 lebih kecil (kuat lenturnya lebih besar). Hal yang sebaliknya terjadi beban maksimum pada balok beton baja profil L1 lebih besar dari profil L2 dikarenakan regangan baja profil L1 lebih besar sehingga lebih lama mampu menahan beban, sampai diperoleh beban maksimum yang lebih besar daripada profil L2.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Balok, profil L (siku), cor balok beton, defleksi, beban len
Subjects: Sipil > Struktur
Sipil > Struktur
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 29 Jul 2013 12:51
Last Modified: 29 Jul 2013 12:51
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/3399

Actions (login required)

View Item View Item