OPTIMASI PRODUKSI BIOETANOL DARI TEPUNG GARUT (Maranta arundinacea Linn.) DENGAN VARIASI pH, KADAR PATI DAN SUMBER KHAMIR KOMERSIAL

Irawan, Eveline Pausisca (2012) OPTIMASI PRODUKSI BIOETANOL DARI TEPUNG GARUT (Maranta arundinacea Linn.) DENGAN VARIASI pH, KADAR PATI DAN SUMBER KHAMIR KOMERSIAL. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0BL01046.pdf

Download (1440Kb)
[img] Text (Bab I)
1BL01046.pdf

Download (83Kb)
[img] Text (Bab II)
2BL01046.pdf

Download (718Kb)
[img] Text (Bab III)
3BL01046.pdf
Restricted to Registered users only

Download (132Kb)
[img] Text (Bab IV)
4BL01046.pdf
Restricted to Registered users only

Download (600Kb)

Abstract

Krisis sumberdaya minyak yang tidak dapat diperbaharui akibat eksploitasi berlebihan medorong terciptanya bahan bakar alternatif dari sumber hayati yang dapat diperbaharui, diantaranya adalah bioetanol. Tepung garut mengandung amilosa sebesar 29,03 -31,34% dapat digunakan sebagai bahan penghasil bioetanol. Penelitian ini bertujuan mengetahui suhu dan kadar pati optimum dalam menghasilkan gula reduksi tertinggi dengan menggunakan enzim glukoamilase pada tahap sakarifikasi. Penelitian ini juga bertujuan mengetahui kemampuan khamir komersial Fermipan, Mauripan dan Saft-instant yang paling efektif dalam menghasilkan bioetanol. Penelitian ini terdiri atas 2 tahap. Tahap pertama adalah sakarifikasi tepung garut dengan menggunakan enzim glukoamilase 0,3% (b/v) dengan variasi perlakuan kadar pati 1, 2, dan 3% (b/v), dan perlakuan pH 5,8, 6,2, 6,6, dan 7. Tahap kedua adalah fermentasi bioetanol oleh Saccharomyces cerevisiae dengan variasi sumber khamir komersial Fermipan, Mauripan, dan Saft-instant menggunakan medium hasil sakarifikasi dengan hasil gula reduksi yang paling optimum. Parameter yang diukur pada tahap sakarifikasi adalah kadar gula reduksi, dan pH medium. Parameter yang diukur pada tahap fermentasi bioetanol adalah kadar gula reduksi, pH, dan jumlah sel Saccharomyces cerevisiae. Rancangan percobaan acak lengkap pola faktorial digunakan pada kedua tahap penelitian ini. Analisis beda nyata dilakukan menggunakan SPSS versi 17 pada tingkat kepercayaan 95% dilanjutkan Uji Duncan. Hasil penelitian diperoleh kadar pati 2% pada pH 7 diketahui paling optimum dalam menghasilkan kadar gula reduksi, yaitu 0,487 mg/ml pada jam ke- 6. Khamir komersial yang paling efektif dalam fermentasi adalah Fermipan, menghasilkan kadar bioetanol tertinggi yaitu 2,042 % selama 96 jam inkubasi dengan efisiensi fermentasi 8,24 %

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Teknobiologi > Tekno Industri
Divisions: Fakultas Teknobiologi > Biologi
Depositing User: Admin Perpustakaan UAJY
Date Deposited: 04 Apr 2013 13:07
Last Modified: 08 Apr 2013 09:09
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/34

Actions (login required)

View Item View Item