PREVALENSI MALARIA BURUNG BONDOL JAWA (Lonchura leucogastroides) DI PANTAI TRISIK, KABUPATEN KULONPROGO, YOGYAKARTA, MENGGUNAKAN METODE NESTED PCR

Marjen, Elwin Eberth (2012) PREVALENSI MALARIA BURUNG BONDOL JAWA (Lonchura leucogastroides) DI PANTAI TRISIK, KABUPATEN KULONPROGO, YOGYAKARTA, MENGGUNAKAN METODE NESTED PCR. S2 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0BL00914.pdf

Download (1163Kb)
[img] Text (Bab I)
1BL00914.pdf

Download (66Kb)
[img] Text (Bab II)
2BL00914.pdf

Download (328Kb)
[img] Text (Bab III)
3BL00914.pdf
Restricted to Registered users only

Download (77Kb)
[img] Text (Bab IV)
4BL00914.pdf
Restricted to Registered users only

Download (232Kb)
[img] Text (Bab V)
5BL00914.pdf

Download (183Kb)

Abstract

Malaria burung merupakan penyakit yang berpotensi menurunkan jumlah populasi burung. Malaria burung disebabkan oleh parasit dari Filum Apicomplexa, terutama Plasmodium spp. dan Haemoproteus spp. yang menginfeksi burung melalui perantaraan vektor serangga seperti nyamuk, biting midges dan hippoboscid flies. Pantai Trisik digunakan sebagai tempat persinggahan burung migran, sehingga dapat terjadi perpindahan parasit antara burung lokal dan burung migran. Bondol Jawa (Lonchura leucogastroides) adalah salah satu burung lokal yang hidup di pantai Trisik, memiliki habitat yang luas seperti padang rumput, semak belukar dan persawahan sehingga rentan terhadap infeksi parasit malaria burung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui tingkat prevalensi malaria burung terhadap burung Bondol Jawa (Lonchura leucogastroides) di pantai Trisik, Kulonprogo, Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahapan yaitu penangkapan burung untuk pengambilan sampel darah, analisis molekuler yang terdiri dari ekstraksi DNA dengan metode Phenol Chloroform Extraction, amplifikasi DNA dengan metode nested PCR, visualisasi DNA menggunakan elektroforesis gel agarosa dan analisis data. Nested PCR menggunakan pasangan primer Haem NFI dan Haem NR3 pada tahap pertama, dan pasangan primer Haem F dan Haem R2 pada tahap kedua. Amplifikasi DNA lima sampel darah burung yang berhasil diekstraksi menunjukkan bahwa satu sampel positif terinfeksi parasit malaria burung dan tingkat prevalensi malaria burung Bondol Jawa (Lonchura leucogastroides) adalah sebesar 20%.

Item Type: Thesis (S2)
Subjects: Teknobiologi > Tekno Lingkungan
Divisions: Fakultas Teknobiologi > Biologi
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 12 Apr 2013 10:11
Last Modified: 12 Apr 2013 10:11
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/357

Actions (login required)

View Item View Item