LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GALERI SENI LEONARDO DA VINCI DI YOGYAKARTA SAPER VEDERE

Sumarsih, Elyada (2005) LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GALERI SENI LEONARDO DA VINCI DI YOGYAKARTA SAPER VEDERE. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0TA09878.pdf

Download (250Kb)
[img] Text (Bab I)
1TA09878.pdf

Download (372Kb)
[img] Text (Bab II)
2TA09878.pdf

Download (789Kb)
[img] Text (Bab III)
3TA09878.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1063Kb)
[img] Text (Bab IV)
4TA09878.pdf
Restricted to Registered users only

Download (723Kb)
[img] Text (Bab V)
5TA09878.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2473Kb)
[img] Text (Bab VI)
6TA09878.pdf

Download (548Kb)

Abstract

Meniru dari yang terj emus adalah hal yang wajar, untuk membimbing dan mengilhami manusia dalam mengembangkan semua potensinya secara maksimal. Oleh karena itu, belajar dari yang terbaik untuk menjadi yang terbaik. Berdasarkan antara lain kategori `orisinalitas', `versatilitas', `dominasi dalam bidang yang digeluti', `universalitas visi', dan `kekuatan dan energi', Leonardo da inci mendapat gelar Terjenius Terbesar Sepanjang Jaman. Penulisan ini bertujuan untuk menelaah dan memahami sang maestro tersebut, seorang yang belum tertandingi sampai sekarang. Selanjutnya, secara arsitektural penekanan desain mengacu pada bagaimana menginterpretasikan hidup/prinsip/motto Leonardo da Vinci yang mewakili sosok dirinya sehingga menjadi Sang Jenius Terbesar Sepanjang Jaman ke dalam sebuah galeri seni, berlokasi di kota Yogyakarta, yang menjadi media untuk mengenal dan belajar dari tokoh panutan terbaik tersebut. Berlandaskan pada ketujuh Prinsip Da Vinci: Curiosita, Sfumato, Corporalita, Connessione, Arte/Scienza, Dimostrazione, Sensazione yang diperkenalkan oleh Michael J. Gelb, Saper Vedere merupakan batu penjuru karya seni maupun ilmiah bagi Leonardo da Vinci, is benar-benar mengetahui bagaimana melihat. Saper Vedere telah menghantarkannya menjadi Terjenius Terbesar Sepanjang Jaman. Seni dan ilmu dipadukannya melalui persepsi dan pengalaman. Oleh karena itu, pendekatan desain Galeri Seni Loenardo da Vinci adalah dengan pendekatan teori persepsi. Melalui karya yang ditinggalkannya, Leonardo mengajak, mengajar, dan mengharapkan agar semua orang mengetahui bagaimana melihat. Mengetahui bagaimana melihat ilusi. Interpretasi hidup/prinsip/motto Leonardo da Vinci yang mewakili sosok dirinya secara arsitektural ke dalam sebuah galeri seni menjadi media untuk mengenal dan belajar dari tokoh panutan terbaik tersebut, diharapkan mampu mengingatkan dan mengajarkan bagi banyak orang tentang pentingnya melihat dengan memperhatikan (mengetahui bagaimana melihat), senantiasa menumbuhkan rasa ingin tahu tentang sesuatu hal, dan senantiasa belajar dari pengalaman seperti halnya yang dilakukan sang maestro.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Arsitektur > Bangunan Arsitektural
Penelitian Dosen > Arsitektur > Bangunan Arsitektural
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Arsitektur
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 06 Sep 2013 10:25
Last Modified: 06 Sep 2013 10:25
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/3815

Actions (login required)

View Item View Item