REPRESENTASIWARIA DALAM FILM INDONESIA (Studi Analisis Film Indonesia dari Tahun 2003 – 2006)

Hadiati, Agustina Nunung (2013) REPRESENTASIWARIA DALAM FILM INDONESIA (Studi Analisis Film Indonesia dari Tahun 2003 – 2006). Jurnal Ilmu Komunikasi. pp. 1-14.

[img] Text
E-Journal.pdf

Download (121Kb)

Abstract

Waria yang secara fisik adalah laki-laki, melakukan banyak hal untuk merepresentasikan kewanitaan dalam tubuh mereka yang laki-laki. Ciri fisik seorang waria adalah berdandan seperti layaknya perempuan. Mereka memakai make up dan juga berpakaian seperti perempuan. Seperti misalnya lipstik, bedak, rok, BH dan segala macam aksesoris yang sering dikenakan perempuan. Cara berjalan mereka dengan menggoyangkan panggulnya dan berbicara dengan nada suara yang agak manja dan kewanita-wanitaan. Sosok waria seringkali tampil dalam beberapa film Indonesia. Sebut saja Betty Bencong Slebor (1978), Catatan si Boy yang bahkan diproduksi sampai lima seri, CHIPS (1982) yang merupakan film Warkop DKI, Tahu Diri Dong (1984), Makin Lama Makin Asyik (1987) dan masih terdapat beberapa judul lain yang menampilkan waria. Dalam film tersebut waria memang tidak selalu ditempatkan pada posisi tokoh utama, namun uniknya kebanyakan sosok waria ditampilkan sebagai penggoda dan pelacur. Penulis memfokuskan penelitian mengenai film Indonesia yang diproduksi pada tahun 2003-2006 yang terdapat waria dalam ceritanya. Dalam range waktu tersebut, ditemukan dua judul film yang menampilkan waria yaitu Realita Cinta dan Rock n Roll dan Arisan. Kedua film tersebut sama- sama menampilkan waria. Hanya saja kemasan nya berbeda namun secara garis besar tetaplah sama. Bahwa selama ini di dalam film waria seringkali mendaptkan peran yang cenderung tidak penting dan hanya menjadi bumbu atau bahan olokan semata. Hal tersebut nampak di beberapa scene yang dijadikan obyek penelitian. Penelitian ini menggunakan metode analisis Semiotika yang dikemukakan oleh Roland Barthes dengan tujuan untuk mengkaji tanda-tanda dalam film yang diteliti sampai dengan tahap mitos atau ideologi. Sehingga dapat diketahui bagaimana waria ditampilkan dalam film Indonesia dari tahun 2003-2006. Pada akhirnya, dapat diketahui bahwa waria dalam film Indonesia dari tahun 2003-2006 mendapat peran yang hanya sebagai bahan olokan, lelucon yang tidak ada hubungannya dengan cerita, ejekan dan bahkan digambarkan sebagai penggoda ataupun pelacur. Sehingga dari analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa FilmArisan! dan Realita Cinta dan Rock ‘n” Roll ini melayani kepentingan ideologi kekuasaan kaum heteroseksual terhadap homoseksual dalam hal ini adalah waria.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: KataKunci : waria,semiotika,film,realita cinta dan rock n roll,arisan,barthes.
Subjects: Komunikasi > Jurnalisme
Divisions: Fakultas ISIP > Ilmu komunikasi
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 14 Nov 2013 09:04
Last Modified: 14 Mar 2014 08:19
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/4289

Actions (login required)

View Item View Item