PENGARUH TINGKAT ASOSIASI MEREK TERHADAP TINGKAT KESEDIAAN MELAKUKAN E-WORD OF MOUTH (Studi Eksplanatif Pengaruh Tingkat Asosiasi Merek Produk Fashion Bonvieux Terhadap Tingkat Kesediaan Melakukan e-Word Of Mouth)

Hadi, Susilo (2013) PENGARUH TINGKAT ASOSIASI MEREK TERHADAP TINGKAT KESEDIAAN MELAKUKAN E-WORD OF MOUTH (Studi Eksplanatif Pengaruh Tingkat Asosiasi Merek Produk Fashion Bonvieux Terhadap Tingkat Kesediaan Melakukan e-Word Of Mouth). S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0KOM02782.pdf

Download (2848Kb)
[img] Text (Bab I)
1KOM02782.pdf

Download (1039Kb)
[img] Text (Bab II)
2KOM02782.pdf

Download (1350Kb)
[img] Text (Bab III)
3KOM02782.pdf
Restricted to Registered users only

Download (285Kb)
[img] Text (Bab IV)
4KOM02782.pdf

Download (506Kb)

Abstract

Fenomena niche player yang marak bermunculan dalam konsep pemasaran long tail. Konsep pemasaran ini bahkan menyebutkan bahwa didalam niche market tersedia pilihan produk yang lebih variatif bagi konsumen, selain itu pasar ini juga memiliki potensi yang besar di masa depan karena meningkatnya kegiatan akses internet yang dilakukan konsumen. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh brand assosiation produk Bonvieux terhadap kesediaan konsumen untuk melakukan eword of mouth. Teori-teori yang digunakan yakni teori CMC (Computer Mediated Communication), AISAS, WOM dan E-WOM, Brand Awareness dan Brand Asosiasi serta teori kultivasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan dengan metode survai yang bersifat explanatory. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan kuesioner dan sampel minimal yang digunakan sebenarnya 97 orang tetapi dalam penelitian ini digunakan 99 orang Fans Bonvieux di Facebook. 99 orang dalam penelitian ini diambil melalui kuesioner online. Teknik atau alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai rata-rata hitung dan analisis regresi linear sederahana serta moderated regresion analysis. Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan Pengaruh brand awereness terhadap brand assosiation digunakan uji t. Hasil uji t menunjukkan bahwa variabel brand awereness memiliki nilai signifikansi t hitung sebesar sebesar 0,024, karena nilai signfikansi uji t sebesar 0,024 < 0,05 berarti bahwa brand awereness berpengaruh terhadap brand assosiation. Pengaruh brand assosiation terhadap E-WOM digunakan uji t. Hasil uji t menunjukkan bahwa variabel brand assosiation memiliki nilai signifikansi t hitung sebesar sebesar 0,000, karena nilai signfikansi uji t sebesar 0,000 < 0,05 berarti bahwa brand assosiation berpengaruh terhadap E-WOM. Berdasarkan ketentuan pengujian moderasi diketahui bahwa nilai signifikansi antara interaksi antara variabel moderasi (intensitas mengakses sosial media) dan variabel bebas (brand asossosiation) ternyata tidak berpengaruh (0,224 > 0,05) dengan demikian dapat disimpulkan bahwa intensitas mengakses sosial media tidak mampu memoderasi pengaruh antara brand asossosiation terhadap EWOM. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa brand awereness terhadap brand asosiasi, brand asosiasi berpengaruh terhadap E-WOM dan intensitas mengakses sosial media tidak mampu memoderasi pengaruh brand asosiasi terhadap E-WOM. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: brand awereness, brand asosiasi, E-WOM dan intensitas mengakses sosial media.
Subjects: Komunikasi > Advertising
Divisions: Fakultas ISIP > Ilmu komunikasi
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 14 Nov 2013 09:46
Last Modified: 14 Nov 2013 09:46
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/4294

Actions (login required)

View Item View Item