BANJIR JAKARTA DI MATA ‘OOM PASIKOM’ (Studi Deskriptif Kualitatif Menggunakan Semiotika Pierce dalam Karikatur Editorial ‘Oom Pasikom’ dalam Surat Kabar Harian Kompas)

Januadi, Yohanes (2013) BANJIR JAKARTA DI MATA ‘OOM PASIKOM’ (Studi Deskriptif Kualitatif Menggunakan Semiotika Pierce dalam Karikatur Editorial ‘Oom Pasikom’ dalam Surat Kabar Harian Kompas). S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0KOM03541.pdf

Download (1668Kb)
[img] Text (Bab I)
1KOM03541.pdf

Download (939Kb)
[img] Text (Bab II)
2KOM03541.pdf

Download (582Kb)
[img] Text (Bab III)
3KOM03541.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2532Kb)
[img] Text (Bab IV)
4KOM03541.pdf

Download (142Kb)

Abstract

Oom Pasikom merupakan sebuah karikatur editorial yang sejak tahun 1965 menjadi media efektif surat kabar harian Kompas untuk mengutarakan opini sekaligus menanggapi sebuah isu. Sebagai sebuah karikatur editorial, ia menempati posisi potensial untuk mengutarakan pandangan media terhadap sesuatu secara lebih mudah dan menarik. Dalam bentuknya yang terkesan santai dan lucu, ternyata ada banyak kritik yang mencoba diutarakan secara tersembunyi. Isu lingkungan berkaitan banjir Jakarta menjadi salah satu fokus menarik karena permasalahan ini tidak pernah lepas dari tahun ke tahun dan selalu mempunyai kritik yang tersembunyi pada setiap periodenya. Penelitian ini mengungkap representasi kritik yang berhubungan dengan isu lingkungan tersebut melalui bantuan semiotika. Semiotika Peirce dan teori figur Andrew Loomis dalam penelitian ini membantu untuk membedah tanda di dalam karikatur tersebut sekaligus maksud dari sebuah tanda yang tersemat dalam gambar. Hasil analisis semiotika yang diperkuat dengan teori figur dan wacana historis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa isu lingkungan dalam karikatur editorial masih dibawakan secara terbatas pada tujuan kritik tertentu dan belum melihat melalui gatra yang lebih luas. Dalam penelitianini, pada karikatur Oom Pasikom masih berfokus kritik pada masalah lingkungan merupakan kesalahan pemerintah saja. Pada posisi ini karikatur masih bertindak sebagai pencari salah benar dan belum bisa diposisikan sebagai media kritik yang menyadarkan. Dari hasil analsisis ini juga ditemukan bahwa kondisi politik, sosial, dan budaya yang menyangkut media juga berpengaruh besar terhadap penggambaran kritik dalam sebuah karikatur. Pada masa yang penuh tekanan kritik yang dibawa pada karikatur cenderung sederhana dan multitafsir, sedangkan pada masa yang lebih terbuka kritik dapat dilancarkan dengan berbagai bentuk yang lebih satir dan kompleks. Lepas daripada itu, karikatur Oom Pasikom dalam penggambarannya juga masih sangat tergantung dari kebijakan media, berita yang berkembang, dan situasi saat itu. Hal ini menunjukkan peran karikatur editorial masih bisa disejajarkan dengan opini media dan mempunyai posisi penting dalamsuatu media.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Keyword : Karikatur Editorial, Environtmental Journalism, Semiotika, Banjir Jakarta, Semiotika Peirce.
Subjects: Komunikasi > Jurnalisme
Divisions: Fakultas ISIP > Ilmu komunikasi
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 15 Nov 2013 09:38
Last Modified: 15 Nov 2013 09:38
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/4327

Actions (login required)

View Item View Item