PERANCANGAN STRUKTUR ATAS GEDUNG TRANS NATIONAL CRIME CENTER MABES POLRI JAKARTA

Sirait, Leonardo Tri Putra (2013) PERANCANGAN STRUKTUR ATAS GEDUNG TRANS NATIONAL CRIME CENTER MABES POLRI JAKARTA. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0TS13289.pdf

Download (6Mb)
[img] Text (Bab I)
1TS13289.pdf

Download (77Kb)
[img] Text (Bab II)
2TS13289.pdf

Download (49Kb)
[img] Text (Bab III)
3TS13289.pdf
Restricted to Registered users only

Download (222Kb)
[img] Text (Bab IV)
4TS13289.pdf
Restricted to Registered users only

Download (405Kb)
[img] Text (Bab V)
5TS13289.pdf
Restricted to Registered users only

Download (488Kb)
[img] Text (Bab VI)
6TS13289.pdf

Download (74Mb)

Abstract

“PERANCANGAN STRUKTUR ATAS GEDUNG TRANS NATIONAL CRIME CENTER MABES POLRI JAKARTA”, Leonardo Tri Putra Sirait, NPM 09.02.13289, tahun 2013, Bidang Peminatan Struktur, Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Semakin banyaknya kegiatan Polri di Jakarta mengakibatkan adanya pembangunan gedung tinggi karena keterbatasan lahan. Tujuan dari tugas akhir ini adalah merencanakan struktur atas bangunan yang aman terhadap beban – beban yang terjadi dengan memperhatikan kekuatan dan kestabilan struktur. Struktur yang dirancang adalah struktur atas Gedung Trans National Crime Center Mabes Polri Jakarta. yang memiliki jumlah tingkat 12 lantai. Gedung ditentukan pada wilayah gempa 5 dengan jenis tanah lunak, direncanakan dengan menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus. Elemen struktur yang dirancang adalah pelat, balok, kolom, dan tangga. Mutu beton 25 MPa, mutu baja 240 MPa untuk tulangan berdiameter < 13 mm dan 400 MPa untuk tulangan berdiameter ≥ 13 mm. Perancangan mengacu pada SNI 03- 2847-2002 dan SNI 03-1726-2002. Program bantu yang digunakan adalah ETABS 9.0, SAP2000, dan SpColumn. Saat proses perancangan dilakukan perubahan dimensi struktur sebanyak empat kali dikarenakan pemeriksaan syarat waktu getar alami dan pemeriksaan desain beton, meliputi: rasio baja tulangan, gaya geser, dan geser join. Penambahan dinding geser, pembesaran dimensi balok dan kolom terdapat pada proses perancangan struktur. H Pelat lantai tebal 120 mm dan atap tebal 120 mm, dengan tulangan utama P10-150 untuk tumpuan dan P10-150 untuk lapangan dan tulangan susut P8-200 untuk pelat lantai dan tulangan utama P10-250 untuk tumpuan dan P10-250 untuk lapangan dan tulangan susut P8-200 untuk pelat atap. Balok anak 300x600 mm2 bertulangan atas 3D22 dan bawah 2D22 juga 2D22 untuk tumpuan dan lapangan serta sengkang 2P12-80 untuk tumpuan dan 2P10-150 untuk lapangan. Balok induk 400x800 mm2 bertulangan atas 6D25 dan bawah 3D25 untuk tumpuan dan 3D25 untuk tulangan atas dan bawah lapangan serta sengkang 4P12-100 untuk tumpuan dan 2P10-150 untuk lapangan. Kolom yang ditinjau adalah kolom langsing berdimensi 900x900 mm2 pada lantai 2, menggunakan tulangan pokok 20D25, dan tulangan sengkang 4D13-100 di sepanjang lo dan 4D13-150 di luar lo. Digunakan Dinding geser setebal 350 mm dengan tulangan horizontal dan vertikal dua lapis D16-140, tulangan sengkang 4D13-100 pada elemen batas, dan sengkang 2D13-100 pada badan penampang dinding geser.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: pelat, balok, kolom, tangga, dinding geser.
Subjects: Sipil > Struktur
Sipil > Struktur
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 22 Nov 2013 08:19
Last Modified: 22 Nov 2013 08:19
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/4397

Actions (login required)

View Item View Item