Evaluasi Pengaruh Variasi Suhu dan Limbah kulit Sapi olahan terhadap Karakteristik Lapis Aus Beton Aspal

Purnamasari, Poei Eliza Evaluasi Pengaruh Variasi Suhu dan Limbah kulit Sapi olahan terhadap Karakteristik Lapis Aus Beton Aspal. [Research]

[img] Text (penelitian teknik Sipil)
TS13707.pdf
Restricted to Registered users only

Download (840Kb)

Abstract

Perkembangan lalu lintas di Indonesia yang dari tahun ke tahun semakin meningkat, sehingga memerlukan campuran yang memiliki stabilitas yang lebih tinggi dan daya tahan yang lebih lama. Salah satu cara untuk meningkatkan stabilitas adalah untuk meningkatkan kualitas aspal sebagai pengikat. Dibutuhkan bahan yang ditambahkan dalam aspal untuk mendapatkan stabilitas yang lebih tinggi, kekakuan yang lebih rendah sehingga dapat menahan potensi retak kelelahan, dan menyelesaikan masalah yang sering terjadi, yaitu jalan rusak dalam usia dini karena kerusakan yang terjadi, yang sering ditandai dengan pelunakan dan oksidasi di aspal, karena suhu tinggi. Limbah kulit sapi olahan padat berupa serutan kulit yang cukup banyak dan mudah didapat di Indonesia, selain dapat digunakan sebagai karbon aktif, juga mempunyai sifat yang lentur, Alangkah baiknya jika limbah kulit sapi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas jalan. Berdasarkan uraian di atas, penelitian di laboratorium ingin dilakukan dengan 3 variabel utama yaitu temperatur, kadar aspal dan bahan tambah berupa serutan kulit sapi olahan. Seberapa jauh perbedaan karakteristik Laston (AC-WC) yang meliputi stabilitas, kelelehan, persentase rongga dalam campuran; density; banyaknya rongga yang terisi oleh aspal serta Marshall Quotient, dipengaruhi oleh variasi dalam temperatur pemadatan, kandungan aspal dan persentase penambahan serutan kulit sapi olahan yang bervariasi dalam pembuatan Lapis Aus Aspal Beton (AC-WC) Spesifikasi yang diacu dalam penelitian ini adalah Spesifikasi Umum Bidang jalan dan jembatan PU tahun 2005. Adapun jumlah benda uji ada 80 buah. Kadar penambahan limbah kulit sapi olahan dengan variasi 0%; 0,30% dan 0,40% dari berat agregat 1200 gram.Variasi kadar aspal adalah 5,5%; 6,0%, 6,5% dan 7% dari berat agregat 1200 gram.Variasi Suhu pemadatan adalah 135°C., 140 °C; 145° C; 150° C; 155° C dan 160 °C. Digunakan pengujian Marshall terhadap benda uji yang telah dibuat, sehingga akan didapatkan Marshall properties yang terdiri dari : Stabilitas; Flow/kelelehan plastis; Void in the mix (VITM); Void Filled with Asphalt (VFWA); Density dan Marshall Quotient (MQ), untuk campuran Laston. Penelitian dilakukan di laboratorium Jalan Raya Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa : Nilai density dari semua benda uji campuran Laston memenuhi syarat. Nilai VMA dari semua benda uji campuran Laston memenuhi syarat. Nilai Flow dari semua benda uji campuran Laston memenuhi syarat. Sayangnya Nilai VITM dan QM dari semua benda uji campuran Laston tidak memenuhi syarat. Nilai VFWA dari semua benda uji campuran Laston tidak memenuhi syarat.(≥ 65%)kecuali pada penambahan kulit 0,4% dengan kadar aspal 6,5% dan suhu pemadatan 150°C dan 155°C memenuhi syarat (66,837% dan 66,953%).Semua nilai Stability dalam variasi kadar aspal; suhu pemadatan dan jumlah penambahan limbah kulit 0,3% maupun 0,4% tidak memenuhi syarat, (≥ 800 kg ) kecuali pada penambahan kulit 0,3% dengan kadar aspal 6,0% dan suhu pemadatan 150°C memenuhi syarat (803,595 kg). Batuan yang keausannya melebihi batas persyaratan sangat berperan dalam hasil pengujian yang kurang bai

Item Type: Research
Uncontrolled Keywords: Key Word : Laston; Limbah Kulit Sapi; Suhu Pemadatan; Kadar Aspal.
Subjects: Sipil > Struktur
Sipil > Struktur
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 30 Jan 2014 10:27
Last Modified: 24 Mar 2015 10:44
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/4550

Actions (login required)

View Item View Item