HUBUNGAN ANTARA KUALITAS KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN MOTIVASI PASIEN UNTUK SEMBUH (Kasus di Rumah Sakit Panti Rini Yogyakarta)

AMARTA, CICILIA GRAITA PURWA (2014) HUBUNGAN ANTARA KUALITAS KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN MOTIVASI PASIEN UNTUK SEMBUH (Kasus di Rumah Sakit Panti Rini Yogyakarta). Jurnal Ilmu Komunikasi. pp. 1-15.

[img] Text
Jurnal Hubungan Antara Kualitas Komunikasi Terapeutik Perawat dengan Motivasi Pasien untuk Sembuh_Kasus di Rumah Sakit Panti Rini Yogyakarta_090903863.pdf

Download (958Kb)

Abstract

Komunikasi merupakan hal yang penting dan digunakan dalam setiap aspek kehidupan, salah satunya adalah komunikasi di bidang kesehatan. Dari sekian banyak level komunikasi, komunikasi interpersonal sering digunakan dalam komunikasi kesehatan, terlebih dalam menjalin komunikasi antara perawat dengan pasien. Komunikasi interpersonal yang digunakan dalam dunia kesehatan dan memiliki tujuan utama untuk kesembuhan pasien disebut komunikasi terapeutik. Kualitas komunikasi terapeutik perawat dinilai dari aspek rasa hormat, kesungguhan, empati, kepercayaan, kerahasiaan dan konkret. Komunikasi terapeutik yang dilakukan perawat dalam setiap aspek berupa komunikasi verbal maupun non verbal. Komunikasi terapeutik perawat yang dijalin dengan pasien akan menumbuhkan motivasi pasien untuk sembuh dilihat dari motif sadar dan motif tidak sadar dalam melakukan tindakan atau membuat keputusan terkait proses penyembuhan pasien selama di rumah sakit. Variabel kualitas komunikasi terapeutik perawat Rumah Sakit Panti Rini Yogyakarta berada dalam kategori baik. Hal ini berarti bahwa perawat di Rumah Sakit Panti Rini sudah bisa menerapkan kemampuan dasar dalam komunikasi terapeutik verbal dan komunikasi terapeutik non verbal dengan baik kepada pasien rawat inap di Rumah Sakit Panti Rini Yogyakarta. Variabel motivasi pasien untuk sembuh di Rumah Sakit Panti Rini Yogyakarta berada dalam kategori tinggi. Hal ini berarti bahwa pasien rawat inap di Rumah Sakit Panti Rini tindakan maupun keputusan pasien selama proses penyembuhannya sebagian besar dilatarbelakangi oleh motif-motif yang disadari, maka tindakan atau keputusan pasien semakin bermotivasi. Hubungan Kualitas komunikasi terapeutik perawat dengan motivasi pasien untuk sembuh adalah tinggi/ erat. Semakin baik kualitas komunikasi terapeutik perawat di Rumah Sakit Panti Rini Yogyakarta maka motivasi pasien untuk sembuh di Rumah Sakit Panti Rini Yogyakarta akan semakin tinggi

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Komunikasi Terapeutik, Motivasi
Subjects: Komunikasi > Public Relations
Divisions: Fakultas ISIP > Ilmu komunikasi
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 20 Jun 2014 08:28
Last Modified: 20 Jun 2014 08:28
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/5297

Actions (login required)

View Item View Item