“FOTO JURNALISTIK BENCANA ALAM BANJIR” (Analisis Semiotik Foto-Foto Jurnalistik Tentang Bencana Alam Banjir Dalam Buku Mata Hati Kompas 1965-2007)

EMIL, CALVIN DAMAS (2012) “FOTO JURNALISTIK BENCANA ALAM BANJIR” (Analisis Semiotik Foto-Foto Jurnalistik Tentang Bencana Alam Banjir Dalam Buku Mata Hati Kompas 1965-2007). S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0KOM03172.pdf

Download (991Kb)
[img] Text (Bab I)
1KOM03172.pdf

Download (263Kb)
[img] Text (Bab II)
2KOM03172.pdf
Restricted to Registered users only

Download (567Kb)
[img] Text (Bab III)
3KOM03172.pdf
Restricted to Registered users only

Download (870Kb)
[img] Text (Bab IV)
4KOM03172.pdf

Download (632Kb)

Abstract

Foto jurnalistik pada media massa surat kabar ditampilkan dengan tujuan memperkuat dan memvisualkan isi berita, karena itu foto jurnalistik pada media surat kabar memiliki peranan dalam melibatkan perasaan dan menggugah emosi pembaca.Faktor utama kajian dalam penelitian ini adalah bagaimana suatu pesan dapat diketahui pemaknaannya baik dilihat dari makna yg sebenarnya (denotatif) dan makna yang tersirat didalamnya (konotatif). Untuk mencari makna yang terkandung dalam foto-foto jurnalistik pada penelitian kali ini, penulis menggunakan pendekatan semiotika. Analisis semiotika merupakan cara atau metode untuk menganalisis dan memberikan makna-makna terhadap lambang-lambang yang terdapat pada suatu lambanglambang pesan atau teks. Dengan kata lain pemaknaan terhadap lambang-lambang dalam tekslah yang menjadi pusat perhatian analisis semiotika. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Diharapkan dengan menggunakan pendekatan interpretatif dapat menjawab permasalahan secara detail dan mendalam. Sedangkan data yang yang dipakai adalah data kualitatif, yang ditampilkan dalam bentuk gambar dan kalimat. Foto-Foto dalam buku Mata Hati Kompas 1965-2007 di analisis dengan menggunakan metode Semiotika Roland Barthes, dimana terdapat enam elemen yang dapat menjabarkan isi dari sebuah foto sehingga tercipta sebuah makna. Tricks Effects, Objek, Pose, Fotogenia, Aestheticism, dan Syntax. Kedua belas foto yang menjadi data dari penelitian ini di jabarkan dan ditarik makna jurnalistiknnya. Tanda-tanda dalam foto ini menyiratkan sebuah bencana banjir yang terjadi di beberapa tempat di Indonesia. Terlihat dari objek-objek yang ada merupakan sebuah keadaan sebuah tempat yang dilanda banjir, dari sana terlihat sebuah kehancuran, penderitaan, dan kerugian. Rusaknya alam dan kecerobohan manusia dalam menjaga keseimbangan alam merupakan salah satu faktor yang dapat membuat banjir sering datang. Dalam prespektif kritis, foto tunggal ini menjadi media kritik sosial terhadap kebijaksanaan pemerintah. Penerapan semiotika secara intertekstualitas yaitu merupakan interakasi antar teks dan pemikiran yang tertuang dalam narasi. Wacana keprihatinan tentang penanganan banjir di Indonesia mulai disorot oleh media, seyogyanya hal itu merupakan wujud nyata dari minimnya tanggapan pemerintah atas bencana ini. Meski telah berganti kekuasan selama beberapa dekade terakhir, pemerintah belum mampu menunjukan keseriusannya mengentaskan permasalahan ini. Melalui hasil penelitian yang sudah diperoleh peneliti merasa kesempatan masih terbuka lebar untuk para peneliti lain yang berkenan mengembangkan kajian-kajian berbasis semiotika. Tidak hanya semiotika foto tetapi dapat berupa teks dari media mengenai isu terkait, bisa saja nantinya muncul pembahasan efek dari media massa. Untuk topik bencana alam banjir sendiri ke depannya dapat menggunakan analisis mengenai dampak lingkungan atau lebih dikenal dengan istilah AMDAL atau kajian semiotika teks atas berita bencana alam banjir.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Komunikasi > Jurnalisme
Divisions: Fakultas ISIP > Ilmu komunikasi
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 16 Apr 2013 13:35
Last Modified: 16 Apr 2013 13:35
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/537

Actions (login required)

View Item View Item