PENGARUH BASE ISOLATION SYSTEM TERHADAP RESPONS STRUKTUR GEDUNG SAHID JOGJA LIFE STYLE CITY

AAN, FRANSISKUS XAVERIUS (2014) PENGARUH BASE ISOLATION SYSTEM TERHADAP RESPONS STRUKTUR GEDUNG SAHID JOGJA LIFE STYLE CITY. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
TS013624.pdf

Download (436Kb)
[img] Text (Bab I)
TS113624.pdf

Download (127Kb)
[img] Text (Bab II)
TS213624.pdf

Download (103Kb)
[img] Text (Bab III)
TS313624.pdf

Download (233Kb)
[img] Text (Bab IV)
TS413624.pdf
Restricted to Registered users only

Download (230Kb)
[img] Text (Bab V)
TS513624.pdf
Restricted to Registered users only

Download (920Kb)
[img] Text (Bab VI)
TS613624.pdf

Download (2714Kb)

Abstract

Sebagai kawasan yang sering dilanda gempa Indonesia seharusnya menerapkan teknologi kegempaan untuk mengurangi kerugian material maupun korban jiwa yang ditimbulkan dari efek gempa. Teknologi kegempaan berupa passive control dalam hal ini yakni base isolation sudah lama digunakan oleh negara maju seperti Jepang dan Selandia Baru. Base Isolation mengandaikan struktur dapat dipisahkan secara substansial dari potensi kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa. Analisis ini menggunakan High Dumping Rubber Bearing salah satu dari jenis base isolation yang ditempatkan pada tiap dasar kolom. Penamaan isolator ini dikelompokkan menjadi 5 berdasarkan kekakuan efektif yang tumpu oleh masing masing isolator yakni HDRB 1, HDRB 2, HDRB 3, HDRB 4, dan HDRB 5. Dimensi isolator terlebih dahulu dihitung untuk mendapatkan desain yang tepat, setelah itu isolator dari hasil perhitungan dicocokkan dengan yang biasa dijual dipasaran. Pada perencanaan ini digunakan dimensi isolator dengan diameter 900 mm dengan tinggi total 169 mm Periode efektif yang dihasilkan dari struktur dengan base isolation lebih besar jika dibandingkan dengan struktur fixed base. Pada arah X struktur dengan base isolation periode waktu getar alami 3,25 detik sedangkan pada struktur fixed base 0,6 detik, untuk arah Y periode efektif struktur dengan base isolation 2,76 detik dan 0,57 untuk struktur fixed base. Simpangan antar lantai pada struktur atas bangunan dengan base isolation lebih kecil jika dibanding struktur fixed base namun pada dasar bangunan dengan base isolation lebih besar jika dibanding struktur fixed base. Pada struktur dengan base isolation terjadi penurunan gaya geser rata-rata sebesar 52,82%. Kenaikan displacement pada arah X struktur dengan base isolation rata-rat sebesar 88,59%, sedangkan pada arah Y terjadi kenaikan ratarata sebesar 87,56%.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: passive control, base isolation, high dumping rubber bearing
Subjects: Sipil > Struktur
Sipil > Struktur
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 10 Feb 2015 11:04
Last Modified: 10 Feb 2015 11:04
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/6800

Actions (login required)

View Item View Item