PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN OLAHAN KARET DI PT. KOTA NIAGA RAYA PONTIANAK

DEWI, SHINTA (2015) PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN OLAHAN KARET DI PT. KOTA NIAGA RAYA PONTIANAK. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
TI006442.pdf

Download (670Kb)
[img] Text (Bab I)
TI106442.pdf

Download (54Kb)
[img] Text (Bab II)
TI206442.pdf

Download (407Kb)
[img] Text (Bab III)
TI306442.pdf
Restricted to Registered users only

Download (165Kb)
[img] Text (Bab IV)
TI406442.pdf
Restricted to Registered users only

Download (430Kb)
[img] Text (Bab V)
TI506442.pdf
Restricted to Registered users only

Download (990Kb)
[img] Text (Bab VI)
TI606442.pdf

Download (145Kb)

Abstract

PT. Kota Niaga Raya (PT.KNR) adalah perusahaan yang mengolah Bahan Olahan Karet (Bokar) menjadi karet jenis Standard Indonesian Rubber (SIR) 20. Pemesanan Bokar ke 48 supplier dilakukan dengan menelepon supplier secara acak, beberapa supplier memiliki ketersediaan Bokar dan lainnya tidak. Hal tersebut mengakibatkan biaya pesan menjadi tinggi karena supplier yang tidak memiliki ketersediaan Bokar masih ditelepon. Persediaan Bokar pada supplier tidak selalu ada, jumlah ketersediaan Bokar dan lead time tidak menentu. PT. KNR membeli Bokar sesuai dengan jumlah ketersediaan Bokar yang dimiliki oleh supplier. Hal ini menyebabkan kurangnya pasokan Bokar pada bulan Agustus- September (bulan sepi 1) dan Februari-Maret (bulan sepi 2) karena pada bulan tersebut karet tidak panen. Hal ini mengakibatkan aktivitas produksi tidak berjalan normal atau mungkin bisa berhenti. Tujuan penelitian ini adalah menentukan kapan, berapa, dan bagaimana urutan menelepon supplier agar aktivitas produksi tetap dapat berjalan dengan memperhatikan ketersediaan pasokan dari supplier dan memperoleh total biaya persediaan yang minimum. Hasil simulasi dengan Microsoft Excel menunjukkan bahwa memesan sejumlah Q ketika stok ≤ ROP dengan urutan menelepon supplier berdasarkan peluang ketersediaan tertinggi (Skenario A), produksi tetap dapat berjalan normal dan memiliki total biaya persediaan paling minimum yaitu rata-rata biaya per harinya Rp 602.750 sedangkan sistem aktual adalah Rp 7.673.459. Dapat disimpulkan bahwa skenario A lebih baik daripada sistem persediaan aktual.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Sistem Persediaan, Simulasi, Microsoft Excel
Subjects: Teknik Industri > Produksi
Divisions: Fakultas Teknologi Industri > Teknik Industri
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 18 Aug 2015 07:48
Last Modified: 18 Aug 2015 07:48
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/7791

Actions (login required)

View Item View Item