MODAL SOSIAL DALAM PENGEMBANGAN WIRAUSAHA Wirausaha Penyandang Difabel (Tuna Daksa) di Bantul, DIY

Manuk, Natalia Avikma (2015) MODAL SOSIAL DALAM PENGEMBANGAN WIRAUSAHA Wirausaha Penyandang Difabel (Tuna Daksa) di Bantul, DIY. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
SOS004010.pdf

Download (271Kb)
[img] Text (Bab I)
SOS104010.pdf

Download (106Kb)
[img] Text (Bab II)
SOS204010.pdf
Restricted to Registered users only

Download (69Kb)
[img] Text (Bab III)
SOS304010.pdf
Restricted to Registered users only

Download (145Kb)
[img] Text (Bab IV)
SOS404010.pdf

Download (68Kb)
[img] Text (Bab V)
SOS504010.pdf

Download (324Kb)

Abstract

Peran modal sosial dalam pengembangan wirausaha telah menjadi bahasan dalam berbagai literatur. Pendekatan modal sosial dengan menggunakan konsep kepercayaan dan hubungan timbal-balik sebagai barang publik (public good) diklasifikasikan sebagai teori positivis modal sosial (positivis social capital theory). Pendekatan tersebut dilengkapi dengan perspektif teori neo-modal sosial (neo-social capital theory) untuk melengkapi analisis mengenai pengoperasian kepercayaan dan hubungan timbal balik menjadi modal sosial. Peroperasian tersebut termediasi oleh disposisi (modal intelektual) aktor, sehingga modal sosial dianalisis sebagai kombinasi barang publik dan barang pribadi (private good). Disposisi aktor ini yang menjadi kerangka kerja dari inovasi. Disposisi ini terwujud dalam kemampuan untuk memperbaiki rutinitas kerja atau beradaptasi dengan sistem kerja baru, khususnya dalam menjalankan wirausaha dalam upaya peningkatan omzet. Oleh karenanya, modal sosial dalam konteks ini berkaitan dengan akuisisi pengetahuan. Dalam penelitian ini diarahkan pembahasannya mengenai bagaimana relasi dalam jejaring tersebut berpengaruh pada kegiatan mengakumulasi disposisi (keterampilan) aktor—sebagai modal intelektual— dalam lingkup kegiatan pengembangan wirausaha yang tergambar dalam upaya peningkatan omzet di kalangan difabel Bantul, DIY. Dimensi modal sosial yang akan dianalisis adalah modal intelektual (berbagi dan mengakuisisi pengetahuan) serta modal relasional (relasi kepercayaan dan relasi timbal balik). Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam pada tiga narasumber primer. Penentuan narasumber dengan teknik purposive sampling, kriteria yang dipergunakan: (1) orang difabel; (2) ikut dalam organisasi difabel maupun organisasi profesi dan (3) memiliki wirausaha (4) orang difabel yang memanfaatkan jaringan sosial yang dimiliki guna meningkatkan kapasitas (modal intelektual) dan omzet dalam berwirausaha; (5) tingkat omzet tertinggi diantara narasumber yang lain. Hasil menunjukkan bahwa relasi dalam jejaring tersebut berpengaruh pada kegiatan mengakumulasi disposisi (keterampilan) narasumber dalam lingkup kegiatan pengembangan wirausaha. Jaringan sosial berfungsi sebagai sumber daya kontak yang menghubungkan narasumber dengan berbagai pihak untuk mengembangkan jaringan. Tindakan membagi sumber daya kontak ini dilandaskan pada nilai kepercayaan dan hubungan timbal balik. Sumber daya kontak ini yang menjadi jembatan bagi narasumber untuk mengakses pengetahuan terkait dengan strategi pengembangan wirausaha. Strategi yang dilakukan narasumber, yaitu: pengembangan produk (yang meliputi inovasi desain produk dan diversifikasi produk), peningkatan kuantitas produksi, serta strategi pemasaran.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Modal Sosial, Kewirausahaan, Modal Intelektual, Modal Relasiona
Subjects: Sosiologi > Business
Divisions: Fakultas ISIP > Sosiologi
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 26 Aug 2015 07:58
Last Modified: 26 Aug 2015 07:58
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/7842

Actions (login required)

View Item View Item