LABORATORIUM CAGAR BUDAYA KLASIK INDONESIA (600M-1500M) DI TAMAN WISATA CANDI PRAMBANAN

Patte, Hendra Kurniawan (2000) LABORATORIUM CAGAR BUDAYA KLASIK INDONESIA (600M-1500M) DI TAMAN WISATA CANDI PRAMBANAN. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0TA07926.pdf

Download (278Kb)
[img] Text (Bab I)
1TA07926.pdf

Download (239Kb)
[img] Text (Bab II)
2TA07926.pdf

Download (548Kb)
[img] Text (Bab III)
3TA07926.pdf
Restricted to Registered users only

Download (457Kb)
[img] Text (Bab IV)
4TA07926.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2315Kb)
[img] Text (Bab V)
5TA07926.pdf

Download (917Kb)

Abstract

Kebudayaan Jawa Kuno yang unik dan khas pada periode Indonesia Klasik merupakan hasil pembauran kebudayaan setempat dengan kebudayaan India yang dikenal sebagai kebudayaan Hindu-Jawa, telah mengalami integrasi melalui " Local Genius " sehingga menjadi sebuah kebudayaan murni Indonesia dan dapat dijadikan jati diri bangsa. Candi sebagai warisan kebudayaan periode Indonesia Klasik, tidak hanya diliputi oleh aspek waktu, ruang dan bentuk, tetapi lebih kepada makna simbolis yang ada. Secara konsepsual tata ruang bangunan Hindu-Budha didasari kaidah tata bangunan dari hubungan antara makro-kosmos dan mikro-kosmos berupa hirarki tatanan ruang maupun wujud bangunan Berta filosofinya yaitu VASTU PURUSA MANDALA, yang mewujudkan suatu jiwa tempat pada bangunan dan daerah sekitarnya. Hal ini menyebabkan candi tidak lepas dari aspek penelitian, pelestarian maupun pemanfaatannya. Laboratorium Cagar Budaya Klasik merupakan wadah kegiatan penelitian sebagai sarana pelestarian, pernbinaan dan pengembangan. Mengacu pada piagam ICOMOS ( 1981 ), di Burra, Australia ( Burra Charter ), yang memuat beberapa peran konservasi dengan pengelolaan suatu kegiatan atau tempat agar makna budayanya selalu dipelihara, maka perencanaan dan perancangan Laboratorium mernpertimbangkan pengakomodasian fungsi sebagai pewadahan kegiatan dan pelestarian candi secara fisik maupun filosofi melalui peningkatan apresiasi masyarakat akan candi. Dengan menggunakan kaidah VASTU PURURSA MANDALA yang merupakan kaidah pokok perancangan candi pada masa lalu, diterapkan sebagai pendekatan perancangan laboratorium yang menekankan pada pengejawantahan makna simbolis candi pada masa kini dengan segala aspek arsitektural yang melingkupinya, sebagai salah satu upaya pelestarian berupa pengait antara masa lalu, masa kini dan masa depan. Yang diwujudkan pada tampilan bangunan dan tata ruangnya dengan fungsi yang berbeda, diharapkan dapat meningkatkan apresiasi akan candi seutuhnya melalui pernaharnan ruang.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Local Genius, Candi sebagai warisan,VASTU PURUSA MANDALA, Cagar Budaya , segala aspek arsitektural
Subjects: Arsitektur > Lingkungan Kawasan
Penelitian Dosen > Arsitektur > Lingkungan Kawasan
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Arsitektur
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 30 Nov 2015 12:23
Last Modified: 30 Nov 2015 12:23
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/8466

Actions (login required)

View Item View Item