LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN RUMAH RETRET DI TAMAN ZIARAH YESUS MARIA DI OEBELO, KUPANG

Bunga Naen, Margaretha L. (2015) LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN RUMAH RETRET DI TAMAN ZIARAH YESUS MARIA DI OEBELO, KUPANG. . pp. 1-10.

[img] Text
JURNALTA13795.pdf

Download (1798Kb)

Abstract

Taman Ziarah Yesus Maria di Oebelo merupakan salah satu tempat peziarahan umat Katolik. Pembangunan Taman Ziarah ini melibatkan rencana ke depan berupa masterplan kawasan. Dalam masterplan tersebut, rumah retret merupakan salah satu rencana pembangunan ke depan. Tujuan dari pembangunan Taman Ziarah Yesus Maria yaitu penataan lingkungan untuk menciptakan suasana doa yang khusuk dan menyatu dengan alam. Oebelo merupakan perbukitan dengan potensi tapak yang baik berupa view. Retret merupakan salah satu kegiatan rohani yang dilakukan oleh suatu agama untuk membina dan meningkatkan iman dalam diri setiap umat. Retret berarti mengundurkan diri, menyendiri, menyepi, menjauhkan diri dari kesibukan sehari-hari, meninggalkan dunia ramai. Rumah retret merupakan suatu tempat yang diharapkan dapat menjadi tujuan untuk mewadahi kegiatan-kegiatan rohani, dimana para peserta untuk beberapa hari menarik diri dari kegiatan dan kesibukan mereka sehari-hari, berada dalam tempat yang tenang untuk merenung hubungannya dengan Tuhan, mencari tahu kehendak Tuhan dan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan melalui berbagai kegiatan. Berdasarkan data Badan Statistik 2011, kota Kupang memiliki umat katolik sebanyak 21.79% atau sebanyak 73.908 penduduk. Di kota Kupang, kegiatan retret juga biasa dilakukan oleh sekolah-sekolah pada jenjang SMP dan SMA namun kota Kupang belum memiliki tempat yang dikhususkan untuk mewadahi kegiatan Retret. Sejalan dengan tujuan pembangunan kawasan, Rumah Retret di Taman Ziarah Yesus Maria Oebelo akan menghadirkan suasana yang khusuk dan menyatu dengan alam melalui pengolahan tata ruang dan tata rupa. Suasana yang menyatu dengan alam akan memberikan membawa suasana yang khusuk melalui rasa bersyukur. Penataan yang bernuansa alami dan menyatu dengan alam merupakan dasar pendekatan arsitektur organik. Istilah arsitektur organik mulai diperkenalkan oleh Frank Lloyd Wright, tokoh arsitektur modern. Menurut Frank Lloyd Wright, pengertian organik berarti hidup, tumbuh, sambung menyambung satu sama lain, atau teratur secara integral. Bentuk dan fungsi adalah satu kesatuan yang integral, dan segala sesuatu itu berasal dari alam. Adapun Arsitektur Organik menerima dan mengolahnya sebagai hadiah dari alam.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Rumah Retret, Menyatu dengan Alam, Suasana Khusuk, Arsitektur Organik.
Subjects: Arsitektur > Bangunan Arsitektural
Penelitian Dosen > Arsitektur > Bangunan Arsitektural
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Arsitektur
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 12 Feb 2016 08:04
Last Modified: 12 Feb 2016 08:04
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/8765

Actions (login required)

View Item View Item