KOLABORASI LIMBAH STYROFOAM DAN MINYAK PELUMAS BEKAS SEBAGAI BAHAN TAMBAH PADA BETON ASPAL

MITRI, PILIPHUS DENIA CHRISNA (2012) KOLABORASI LIMBAH STYROFOAM DAN MINYAK PELUMAS BEKAS SEBAGAI BAHAN TAMBAH PADA BETON ASPAL. S1 thesis, UAJY.

[img] Text (Halaman Judul)
0TS10167.pdf

Download (1339Kb)
[img] Text (Bab I)
1TS10167.pdf

Download (195Kb)
[img] Text (Bab II)
2TS10167.pdf

Download (228Kb)
[img] Text (Bab III)
3TS10167.pdf
Restricted to Registered users only

Download (290Kb)
[img] Text (Bab IV)
4TS10167.pdf
Restricted to Registered users only

Download (377Kb)
[img] Text (Bab V)
5TS10167.pdf
Restricted to Registered users only

Download (505Kb)
[img] Text (Bab VI)
6TS10167.pdf

Download (416Kb)

Abstract

Jalan merupakan prasarana dalam penunjang aktivitas manusia di segala bidang. Lapis Aspal Beton (Laston) merupakan suatu lapisan pada konstruksi jalan yang terdiri dari campuran aspal keras dan agregat yang mempunyai gradasi menerus, dicampur pada suhu 170° C, dihamparkan pada suhu minimum120° C dan dipadatkan pada suhu minimum 110° C. Namun seiring dengan perkembangan tersebut, menyebabkan transportasi jalan di Indonesia tidak menjadi lebih baik, karena adanya peningkatan volume lalu lintas sehingga jalan menjadi cepat rusak. Pada umumnya kerusakan berupa retak – retak (cracking) dan gelombang (corrugation), kerusakan jalan tersebut diakibatkan karena kelenturan campuran beton aspal kurang sehingga campuran beton aspal menjadi terlalu keras. Pada penelitian ini akan ditinjau pengaruh penambahan limbah styrofoam dan minyak pelumas bekas pada beton aspal terhadap karakteristik Marshall seperti Density, Void Filled With Asphalt (VFWA), Void In The Mix (VITM), stabilitas, Flow, dan Marshall Quotient (QM). Penelitian ini dilaksanakan dengan melakukan pengujian Marshall pada beberapa variasi benda uji yang dibuat ganda. Variasi kadar minyak pelumas bekas adalah 0%; 2,5%; 5%; dan 7,5% dengan kadar styrofoam 0,03%. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan limbah styrofoam dan minyak pelumas bekas cenderung menaikkan nilai Density, VFWA, dan Flow; sedangkan nilai VITM, stabilitas, dan QM cenderung lebih rendah daripada campuran beton aspal normal. Berdasarkan spesifikasi SKBI-2.4.26.1987, didapatkan kadar aspal optimum sebesar 6,5% hanya pada campuran 0,03% styrofoam dengan minyak pelumas bekas 5%. Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi 0,03% limbah styrofoam dengan 2,5%; 5%; dan 7,5% minyak pelumas bekas belum mampu menghasilkan fleksibilitas yang baik pada campuran beton aspal.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Beton aspal, minyak pelumas bekas, styrofoam, karakteristik Marshall
Subjects: Sipil > Struktur
Sipil > Struktur
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Depositing User: Editor UAJY
Date Deposited: 24 Apr 2013 13:36
Last Modified: 03 May 2013 13:36
URI: http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/884

Actions (login required)

View Item View Item